Pusing Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ritme Jantung
Siapa sangka, sakit kepala yang kerap dianggap keluhan ringan ternyata bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Kasus ini menunjukkan bahwa sakit kepala atau pusing tidak selalu berdiri sendiri sebagai gangguan neurologis.
Jantung dan otak memiliki hubungan erat melalui sistem peredaran darah. Ketika ritme jantung kacau, suplai oksigen ke otak dapat menjadi tidak stabil dan memicu keluhan pusing.
Dr. Ignatius menekankan pentingnya memperhatikan gejala yang muncul bersamaan. Pusing yang disertai jantung berdebar sebaiknya tidak diabaikan.
“Kebetulan pasiennya juga mengeluh berdebar. Ketika diperiksa dengan EKG dan alat pemantau jantung, memang ada gangguan aritmia,” katanya.
Pemeriksaan rekam jantung atau EKG membantu dokter mendeteksi gangguan irama secara langsung.
Dalam beberapa kasus, pasien juga memerlukan pemantauan irama jantung lebih lama untuk menangkap gangguan yang muncul hilang timbul.
Kesadaran masyarakat untuk mengenali sinyal tubuh menjadi langkah awal pencegahan komplikasi.
Gangguan irama jantung yang tidak ditangani berisiko menimbulkan masalah kesehatan lebih serius.
Karena itu, dr. Ignatius mengimbau masyarakat tidak menyepelekan pusing berulang, terutama jika disertai sensasi jantung berdebar.
“Kalau sering mengalami pusing atau sakit kepala yang diikuti jantung berdebar, sebaiknya tetap diperiksa,” ujarnya.
Pendekatan medis yang tepat memungkinkan dokter menemukan akar masalah sejak dini.
Dengan diagnosis dan terapi yang sesuai, kualitas hidup pasien dapat kembali membaik dan risiko komplikasi bisa ditekan.