Asri Welas Merinding Baca Mitos 'Hajatan Setan', Angkat Ritual Desa yang Minta Tumbal
Asri Welas merinding baca naskah Hajatan Setan, film horor soal mitos hajatan penuh teror yang siap tayang hingga luar negeri
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Aktris Asri Welas mengaku merinding saat membaca naskah film Hajatan Setan yang mengangkat mitos tradisi gelap pembawa kemakmuran
- Film produksi MBK Productions dan Drias Film ini memadukan folk horror dan drama sosial berlatar desa di Jawa
- Disutradarai Bambang Drias dan Eko Kristianto, film ini juga akan diputar ke luar negeri
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Asri Welas dibuat merinding ketika mendengar mitos soal hajatan para makhluk halus.
Mitos itu dihadirkan dalam sebuah film horor yang akan dibintanginya, yakni 'Hajatan Setan'.
Film tersebut merupakan produksi dari MBK Productions dan Drias Film yang juga bekerja sama dengan distributor Mockingbird Pictures untuk ekspansi pemutaran di luar Indonesia.
Asri mengaku merinding ketika pertama kali ditawari proyek tersebut, apalagi saat tahu mitos dan tradisi gelap yang dipercaya membawa kemakmuran, tapi diduga menuntut pengorbanan.
“Begitu membaca naskahnya, saya langsung merinding. Ada momen-momen yang benar-benar membuat saya tidak nyaman," ujar Asri Welas di kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Asri Welas Peringatkan Pria yang Ingin Mendekat : List nya Ramai, dari Cibubur sampai Cawang
"Istilah ‘hajatan setan’ sendiri sudah cukup menyeramkan, karena kita semua tahu hajatan itu identik dengan kebahagiaan, tapi di sini justru jadi sumber teror,” lanjut Asri.
Film ini memadukan elemen folk horror dengan drama sosial yang berakar pada kepercayaan kolektif masyarakat desa.
Ceritanya berlatar di sebuah desa di Jawa, mengikuti kepulangan seorang perempuan muda ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun pergi.
Kepulangan itu justru membuka luka lama dan memicu rentetan peristiwa ganjil yang membuat warga diliputi kecurigaan dan ketakutan.
Selain Asri Welas, film ini dibintangi Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Bima Zeno, Karina Suwandi, dan Sita Permata Sari.
Ari Irham mengungkapkan karakter yang ia perankan memiliki tekanan emosional yang kuat.
“Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana horornya terasa dekat dan personal. Ada trauma, ada tekanan sosial, dan itu membuat ketakutannya terasa nyata,” kata Ari.
Film ini diproduseri oleh produser eksekutif Budi Yulianto dan produser Rendy Gunawan.
Kursi sutradara ditempati Bambang Drias dan Eko Kristianto. Sementara naskahnya ditulis oleh Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi.
Baca tanpa iklan