Isyana Sarasvati Jawab Polemik Karyanya yang Dinilai Sulit Dicerna, Singgung Seleksi Alam Pendengar
Isyana Sarasvati buka suara soal karyanya yang dinilai sulit dicerna publik. Ia menyebut pendengar karyanya akan terkurasi secara alami.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Isyana Sarasvati menjadi sorotan setelah konsep visual mata merah di proyek ABADHI dalam album EKLEKTIKO memicu polemik di media sosial.
- Sebagian warganet menafsirkan simbol tersebut sebagai lambang kontroversial hingga dikaitkan dengan isu satanisme.
- Dalam podcast bersama Habib Jafar, Isyana menegaskan karyanya lahir dari hati dan percaya pendengar akan terkurasi secara alami.
TRIBUNNEWS.COM - Nama musisi Isyana Sarasvati tengah menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Perbincangan mengenai karyanya ramai diperbincangkan di media sosial, setelah muncul tudingan yang mengaitkan konsep visual proyek terbarunya dengan simbol-simbol yang dianggap kontroversial.
Isu tersebut bermula dari konsep visual yang ditampilkan dalam bagian terakhir album EKLEKTIKO, yakni ABADHI.
Dalam video teaser proyek tersebut, Isyana menghadirkan elemen visual berupa satu mata berwarna merah yang muncul cukup dominan dalam beberapa adegan.
Visual tersebut kemudian memicu beragam tafsir dari warganet.
Sebagian pengguna media sosial menilai simbol tersebut berkaitan dengan simbol tertentu yang kerap diasosiasikan dengan praktik satanisme.
Perdebatan pun meluas di berbagai platform digital, memunculkan spekulasi beragam mengenai makna di balik konsep visual yang dihadirkan dalam karya tersebut.
Di tengah perbincangan yang semakin ramai, Isyana Sarasvati sempat menjadi bintang tamu dalam podcast YouTube Jeda Nulis bersama Habib Jafar Al Hadar.
Dalam kesempatan itu, ia berbagi pandangannya tentang proses berkarya sekaligus menanggapi anggapan bahwa sebagian karyanya dinilai sulit dicerna oleh sebagian masyarakat.
Isyana menjelaskan bahwa sebagai seorang musisi, ia selalu berupaya menyampaikan pesan yang tulus melalui karya-karyanya.
Pelantun Tetap Dalam Jiwa ini menegaskan bahwa proses kreatif yang ia jalani bukan sekadar untuk menghadirkan hiburan semata.
Baca juga: Suami Isyana Sarasvati Buka Suara usai Sang Istri Dituding Sesat Imbas Teaser Lagu ABADHI: Fitnah
"Aku adalah seorang musisi yang berkarya dengan sungguh-sungguh. Pesan-pesan yang ingin aku sampaikan lewat karya-karyaku sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam," ujarnya, dikutip Tribunnews, Senin (9/3/2026).
Menurut Isyana, setiap karya pada akhirnya akan menemukan pendengarnya sendiri.
Ia menyebut bahwa proses tersebut seperti seleksi alam yang terjadi secara alami dalam perjalanan sebuah karya musik.
"Namun pada akhirnya akan terjadi semacam seleksi alam. Para pendengarku perlahan akan terkurasi dengan sendirinya, menjadi pendengar yang sehat, orang-orang yang benar-benar bisa menerima dan memahami karya-karyaku apa adanya," katanya.
Baca tanpa iklan