Ulasan Film Lebaran 'Danur 4: The Last Chapter' Kental Suasana Perpisahan
Film horor Danur 4: The Last Chapter akan jadi salah satu dari enam film Indonesia yang akan tayang serentak di hari lebaran 2026.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Film Danur 4: The Last Chapter benar-benar kental dengan suasana atau vibe persipisahan, terutama dari Risa dan kelima teman hantunya yakni Peter, Hans, Hendrick, William, dan Jansen
- sejak awal film dimulai, perasaan haru sudah terasa begitu Risa di film kali ini justru merasakan kerinduan pada Peter CS
- Secara keseluruhan film ini hadir untuk memanjakan para penggemar karya Risa Saraswati dan Danur, terutama kisah dengan Peter CS
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelanjutan Risa dalam semesta Danur memasuki film keempat, spesialnya kali ini film tersebut hadir di momen lebaran tahun 2026.
Tribunnews.com dapat kesempatan menyaksikan film tersebut lebih dulu pada momen gala premiere, sebelum resmi tayang.
Tulisan ini akan berisi ulasan dari film Danur 4: The Last Chapter tanpa menghadirkan spoiler adegan dan hanya akan berbasis pengalaman menonton filmnya.
Sejak film ini diumumkan akan mulai digarap, suasana nostalgia sudah hadir terutama ketika melihat pemeran Risa Saraswati, yakni Prilly Latuconsina.
Baca juga: Prilly Latuconsina Sebut Danur 4: The Last Chapter Jadi Syuting Terlama Sepanjang Kariernya
Antusias fans di media sosial juga sudah sangat besar, mengingat kesuksesan tiga film Danur sebelumnya yang berhasil menembus box office semua.
Film Danur 4: The Last Chapter benar-benar kental dengan suasana atau vibe persipisahan, terutama dari Risa dan kelima teman hantunya yakni Peter, Hans, Hendrick, William, dan Jansen.
Seperti yang diketahui, akhir film Danur ketiga adalah Risa menutup mata batinnya karena ingin hidup normal dan tidak lagi bisa melihat teman-teman hantunya, Peter CS.
Rasanya sejak awal perasaan haru sudah terasa begitu Risa di film kali ini justru merasakan kerinduan pada Peter CS.
Elemen haru itu jadi kendaraan untuk penonton dibawa ke teror hantu utama dalam film keempatnya kali ini.
Rasanya film keempat ini banyak memasukan unsur drama, terutama dalam keluarga Risa.
Sebab, bukan tanpa alasan MD Picture memberikan cuplikan adegan Riri yang dilamar oleh Dimas dalam materi promosi, terutama trailernya.
Drama antara Risa dan Riri juga hadir dengan cukup intens dan jadi warna baru dalam semesta Danur, mengingat selama ini Risa lebih sering berselisih dengan hantu dibanding keluarga.
Awi Suryadi selaku sutradara juga terlihat memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh MD Picture untuk menggarap film dengan kualitas IMAX.
Shotnya terasa sangat beragam dari beberapa film Awi sebelumnya, dan itu juga cukup memanjakan mata penonton.
Baca tanpa iklan