Denada Buka Pintu Rumah untuk Ressa, Ingin Anaknya Punya Ruang Diskusi untuk Masa Depan
Awal pertemuan Denada dan Ressa diwarnai suasana emosional. Mereka langsung larut dalam tangisan sembari berpelukan erat.
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Denada dan Ressa, putra kandungnya, sudah berdamai
- Denada ingin Ressa memiliki ruang yang lebih leluasa untuk berdiskusi mengenai masa depan, termasuk rencana karier Ressa ke depan. Ia mengajak putranya itu tinggal bersamanya
- Selama di Jakarta, Ressa diketahui menyewa kamar kos untuk mengurus berbagai keperluannya
TRIBUNNEWS.COM – Konflik antara penyanyi Denada Tambunan dan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano (24), berakhir damai.
Pertemuan perdana yang mengharukan pada Kamis (19/3/2026), menjadi momentum kembalinya ikatan ibu dan anak yang sempat renggang selama 24 tahun.
Sebagai bentuk keseriusan untuk memperbaiki hubungan, Denada secara terbuka mengajak Ressa untuk meninggalkan kamar kosnya dan tinggal bersama di kediaman pribadinya di Jakarta.
Manajer Denada, Risna Ories, mengungkapkan bahwa ajakan tersebut murni spontanitas Denada yang ingin memberikan kenyamanan bagi sang putra.
Baca juga: Momen Haru Denada Bertemu Ressa Rizky Rossano, Mereka Pelukan dan Tangis Pecah
Selama di Jakarta, Ressa diketahui menyewa kamar kos untuk mengurus berbagai keperluannya.
"Denada bilang, 'Nang, kamu tinggal di rumah aja gitu.' Kebetulan rumahnya berdekatan dengan saya," ujar Risna saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (20/3/2026).
Menurut Risna, Denada ingin Ressa memiliki ruang yang lebih leluasa untuk berdiskusi mengenai masa depan, termasuk rencana karier Ressa ke depan.
Mendengar tawaran hangat tersebut, Ressa memberikan respons positif meski belum memberikan jawaban pasti.
"Ressa jawab, 'Iya Bu, nanti coba Ressa pikirin'," tambah Risna menirukan percakapan keduanya.
Pertemuan tersebut sarat emosional. Risna menceritakan bahwa begitu pintu terbuka, Denada dan Ressa langsung larut dalam tangisan sembari berpelukan erat.
Salah satu perubahan besar yang dirasakan adalah panggilan Ressa kepada Denada.
Jika sebelumnya ia menyapa dengan sebutan "Mbak", kini Ressa mulai memanggil Denada dengan sebutan "Ibu".
Risna menegaskan bahwa Ressa sebenarnya tidak menuntut hal-hal materiil atau kemewahan dari ibunya.
Pemuda itu hanya menginginkan pengakuan dan hubungan yang bersih tanpa ada sengketa lagi.
Baca tanpa iklan