Curhat Aurelie Moeremans Sempat Ragu Broken Strings Difilmkan, Tak Ingin Sekadar Ikut Tren Viral
Aurelie Moeremans sempat ragu saat buku Broken Strings akan diadaptasi menjadi film karena tak ingin hanya sekadar ikut tren viral.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Aktris Aurelie Moeremans sempat diliputi keraguan sebelum akhirnya memutuskan buku Broken Strings diadaptasi menjadi film.
- Pasalnya, kisah itu merupakan cerita personal yang memiliki arti penting dalam hidupnya.
- Aurelie Moeremans mengaku tak menyangka respons publik terhadap bukunya akan begitu besar hingga menarik perhatian banyak rumah produksi (PH).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Aurelie Moeremans cerita soal rencana mengalih wahanakan kisahnya di novel Broken Strings menjadi film.
Ia mengungkap sempat diliputi keraguan sebelum akhirnya memutuskan buku Broken Strings diadaptasi menjadi film.
Pasalnya, kisah yang ia tulis merupakan cerita personal yang memiliki arti penting dalam hidupnya.
Aurelie mengaku tak menyangka respons publik terhadap bukunya akan begitu besar hingga menarik perhatian banyak rumah produksi (PH).
“Sempet banget (ragu), jujur aku juga gak nyangka bakal serame itu," ujar Aurelie Moeremans kepada Tribunnews.com, Jumat (27/3/2026).
"Waktu tiba-tiba banyak banget PH yang ngontak, aku malah kaget,” terusnya.
Baca juga: Aurelie Moeremans Melahirkan Anak Pertama di California, Banjir Ucapan Selamat dari Rekan Artis
Situasi tersebut justru membuatnya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan membawa kisahnya ke layar lebar.
Ia tak ingin adaptasi film ini terkesan hanya menumpang popularitas semata tanpa menjaga esensi cerita.
“Karena ini cerita aku dan sangat penting buat aku, aku jadi makin hati-hati," ucapnya.
"Aku gak mau kesannya kayak aji mumpung atau filmnya dibuat cuma karena lagi viral aja, tapi gak sesuai sama esensi ceritanya,” lanjut Aurelie.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, Aurelie akhirnya mantap untuk membawa ceritanya dari novel ke layar lebar.
Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengangkat Broken Strings ke layar lebar bukan semata karena momentum, melainkan demi menyampaikan pesan yang lebih luas kepada penonton.
Menurutnya, film justru bisa menjadi medium yang lebih inklusif untuk menjangkau orang-orang yang mungkin tidak terbiasa membaca buku.
“Aku melihatnya kalau ini bisa menjangkau lebih banyak orang dan spread awareness lebih luas, itu sudah jadi tujuan utamaku. That’s the only goal,” tuturnya.
Ia berharap cerita dalam Broken Strings nantinya tak hanya menghibur, tetapi juga memberi pelajaran bagi banyak orang.
Bahkan, ia menyebut sudah ada sekolah yang mulai menjadikan bukunya sebagai bahan bacaan, dan berharap ke depan versi filmnya juga bisa dimanfaatkan dalam konteks edukasi.
“Banyak sekolah yang sudah mulai meminta muridnya untuk baca buku aku, mungkin nanti kalau udah ada filmnya itu bisa diputerin di kelas juga,” katanya.
Baca juga: Aurelie Moeremans Ungkap Respons Suami usai Baca Buku Broken Strings
Sekedar informasi, lewat Broken Strings Aurelie Moeremans tidak hanya menuliskan kisah hidupnya sendiri.
Ia membuka ruang dialog, refleksi, dan pemulihan sebuah keberanian untuk jujur yang akhirnya menemukan gema jauh melampaui apa yang pernah ia bayangkan.
Buku itu secara garis beras membahas trauma dan masa lalu kelam Aurelie Moeremans ketika mengalami child grooming saat masih remaja.
Ia menjalani hubungan yang manipulatif bersama seorang pria yang jauh lebih dewasa ketika itu. Sosok pria itu kemudian dibeberkan Aurelie dalam buku dengan nama samaran 'Bobby'.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.