Kisah Musisi Rahman Torana Tembus Oxford University
Keberhasilan ini berkat dukungan orang tuanya Edy Torana, SH, M.Kn, MH, CLA,. CCD., dan Ranti Nursukma Handayani, S.H., yang juga alumni FH Unair.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Musisi muda Rahman Maulana Torana diterima di University of Oxford untuk program S2 Law and Finance mulai September 2026.
- Ia menjadi mahasiswa pertama dari FH Universitas Airlangga yang lolos ke program tersebut.
- Demi fokus studi, Rahman memutuskan rehat dari dunia musik meski sebelumnya tampil bersama musisi papan atas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun ini, musisi Rahman Maulana Torana resmi diterima di Oxford University, universitas rangking 1 dunia selama 10 tahun berturut turut berdasarkan Times Higher Education (THE) World University Rankings.
Rams, sapaan akrab Rahman Torana, adalah mahasiswa pertama yang diterima di S2 Fakultas Hukum Oxford, sepanjang sejarah sejak berdirinya Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair).
Keberhasilan ini berkat dukungan kedua orang tuanya Edy Torana, SH, M.Kn, MH, CLA,. CCD., dan Ranti Nursukma Handayani, S.H., yang juga alumni FH Unair.
Baca juga: Keluarga Bikin Komunitas Sosial ‘Vidi Tetap Hidup’, Wujudkan Warisan Kebaikan Sang Musisi
Bassist multi talenta ini pernah tampil di Konser Mahakarya Ahmad Dhani pada 9 Agustus 2024 di Grand City Mall Surabaya.
Saat itu dia tampil bersama dengan line up artis papan atas seperti Ahmad Dhani, Mulan Jameela, Ari Lasso, Afgan, Lyodra, Marion Jola, Lilo KLA Project dan Jeff Scott Soto (USA).
Acara ini dipromotori ayah Rahman Torana yaitu Edy Torana sosok pengacara terkenal di Jawa Timur dan Promotor Nasional dan Showbiz Spektakuler.
Rahman Torana sukses mengiringi konser Mahakarya Ahmad Dhani bersama penyanyi top dan Musisi papan atas terkenal lainnya.
"Alhamdulillah diterima di Fakultas Hukum Oxford University Inggris bersama 50 orang lainnya dari seluruh dunia. Saya masuk Prodi S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University dan satu satunya dari Indonesia," kata Rahman Torana, Selasa (31/3/2026).
Dirinya mengaku sementara saat kuliah di Oxford University akan lebih fokus belajar dan berhenti dulu di dunia musik.
Hal ini agar bisa fokus pada kuliah S2 Prodi S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University.
"Ya sementara di dunia musik berhenti dulu. Mohon doa cepat lulus dan bisa lanjut S3," ucap Rahman Torana.
Keberhasilan putra asal Pucang Anom Surabaya ini adalah wujud dukungan kuat dari sosok ayahnya Edy Torana.
Orang tua Rahman Torana ini selalu membimbing dan memberikan motivasi agar meraih cita-cita setinggi mungkin dan meraih prestasi gemilang.
"Sebagai orangtua saya dan istri (red-Ranti) terus memberikan support dan motivasi. Pendidikan adalah yang utama dan pilihlah kampus yang bisa membawa kesuksesan dan kejayaaan impian," terang Edy Torana penuh bangga anaknya bisa tembus ke Oxford University.
Putranya masuk Top 32 – Frankfurt Investment Arbitration Moot Court Competition (2023).
Rahman Torana berhasil membawa tim masuk ke jajaran 32 besar dunia dalam kompetisi arbitrase investasi internasional tertua dan paling prestisius yang diadakan di kota Frankfurt - Jerman.
"Pencapaian ini menunjukkan ketajaman analisis dalam penyelesaian sengketa investasi global sejak awal karier kompetisinya," ujar Edy Torana.
Selain itu Rahman Torana masuk 4th Place – Asian Law Students' Association (ALSA) International Moot Court Competition (2023).
Dia menjabat sebagai Wakil Ketua Delegasi (co-head delegate).
"Rams nama kecil Rahman Torana juga membawa tim meraih posisi ke-4 dari 32 tim perwakilan berbagai negara di Asia, memperkuat reputasi dalam kompetisi hukum internasional di tingkat benua," ucap Edy Torana penuh kebanggaan.
Diketahui juga Rahman Torana meraih 1st Best Oralist – Phillip C. Jessup Moot Court Competition, Indonesian National Round (2024). Ia selaku ketua delegasi (head delegate).
"Rams meraih predikat pembicara terbaik pertama di antara 70+ kontestan dalam kompetisi peradilan semu hukum internasional paling bergengsi, membuktikan kemampuan retorika dan penguasaan materi yang luar biasa di tingkat nasional," imbuh Edy Torana.
Selanjutnya, Rahman Torana masuk Peringkat 1 Tim & Memorial – Foreign Direct Investment (FDI) Moot Court Competition (2024). Dirinya berperan sebagai pelatih (coach),
"Rams membimbing tim hingga mencapai peringkat pertama secara global, baik untuk performa tim maupun kualitas berkas hukum (claimant memorial) melawan 73 tim dari seluruh dunia," tukas Edy Torana.
Segudang Prestasi
Rahman Torana menambahkan bahwa dirinya masuk 3rd Runner-up – ASEAN+3 University Network Young Speakers Competition (2024). Menjadi representasi resmi Indonesia.
"Saya berhasil meraih posisi 3rd Runner-up dalam kompetisi pidato tingkat regional, menegaskan daya saing komunikasi publik di hadapan delegasi terbaik dari negara-negara ASEAN, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan," katanya.
Rahman Torana juga pernah, Juara 2 – Constitutional Law Festival (CLF) Legal Drafting Competition (2024). Pencapaian ini menonjolkan keahlian teknis dirinya dalam penyusunan regulasi Undang-Undang pemerintah.
"Melalui rancangan draf Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Indonesia, saya membuktikan pemahaman mendalam mengenai hukum tata negara," tandasnya.
Terakhir Rahman Torana sebagai Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) I Fakultas Hukum & MAWAPRES II Universitas Airlangga (2024).
Gelar kegiatan ini merupakan pengakuan tertinggi, atas performa holistik Rams yang mencakup tiga pilar utama.
Capaian Unggulan (akumulasi prestasi internasional), Gagasan Kreatif (solusi inovatif atas isu nasional), dan kemampuan Bahasa Inggris yang sangat baik.
"Alhamdulillah terpilih sebagai yang terbaik di tingkat fakultas dan meraih posisi kedua di tingkat universitas. Hal ini mengukuhkan posisi saya sebagai individu, yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki kontribusi intelektual yang berdampak nyata bagi almamater," pungkas pria muda berparas tampan ini.
Kiprah Rahman Maulana Torana
Dalam dunia musik :
Menguasai semua jenis alat musik, khususnya Bass dan Piano/keyboard. Kemudian sebagai penyanyi /vocal dan pencipta lagu.
Dunia olahraga :
Menguasai semua gaya renang.
Menguasai 4 cabang beladiri :
Tae Kwon Do, Tinju, Muay Thai dan Brazilian Jiu Jitsu. Dirinya pernah mendapat medali emas dalam event International Brazilian Jiu Jitsu Competition di Denpasar - Bali 2024.
(Tribunnews.com/ Hasanudin Aco)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.