Curhat Ammar Zoni di Sidang Pledoi, Dari Anak Jalanan ke Popularitas hingga Tejerat Narkoba
Ammar Zoni seolah curhat dalam sidang pledoi, Kamis (2/4/2026). Ia ungkap kisah awal terjerat narkoba dalam kisah hidupnya bak drama.
Penulis:
M Alivio Mubarak Junior
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Ammar Zoni mencurahkan isi hatinya dalam sidang pledoi, Kamis (2/4/2026).
- Isi pleodoinya ungkap kisah awal terjerat narkoba.
- Mantan suami Irish Bella ini ungkap jalan hidupnya bak sebuah drama sinetron yang penuh liku-liku.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan hidup aktor Ammar Zoni bagaikan sebuah drama sinetron yang penuh liku-liku.
Dari seorang anak berandalan di jalanan, ia berhasil bangkit menjadi atlet pencak silat berprestasi hingga merajai layar kaca sebagai bintang sinetron papan atas.
Baca juga: Ammar Zoni Minta Dukungan, Akui Salah Gunakan Narkoba dan Sesali Waktunya Bersama Anak Terbuang
Namun, semua pencapaian gemilang itu kini seolah sirna, hancur lebur akibat jerat narkoba yang tak kunjung bisa ia lepaskan.
Kisahnya yang berakhir tragis ini ia ungkapkan sendiri dalam sidang pembacaan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
Saat ini Ammar Zoni merupakan terdakwa kasus dugaan peredaran narkoba di Rutan Salemba bersama lima orang lainnya.
Ini adalah kasus keempat kalinya, tiga kasus sebelumnya adalah penyalahgunaan narkoba.
Masa Kelam Sebagai Anak Jalanan
Ammar Zoni menceritakan, kehidupannya berubah drastis setelah ibunya meninggal dunia.
Kehilangan figur sentral membuatnya menjadi anak yang bandel dan sulit diatur.
"Saat itu saya pun menjadi anak yang bandel, susah diatur, hidup semaunya, sering bolos sekolah, jarang pulang, sering berantem," kenang Ammar Zoni di ruang sidang.
Pelariannya adalah jalanan. Ia mengaku pernah merasakan kerasnya hidup sebagai anak punk, mengamen di stasiun, hingga tidur di emperan toko.
"Maka pelarian saya waktu itu, mulailah saya mengenal hidup di jalanan. Saya nongkrong bersama anak punk, ngamen di stasiun, tidur di jalanan," tuturnya.
Titik Balik Melalui Pencak Silat
Melihat kenakalan Ammar yang tak terkendali, sang ayah akhirnya mengirimnya ke kampung halaman di Sumatera Barat. Di sanalah titik balik hidupnya dimulai.
Baca tanpa iklan