Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Hadapi Ketidakpastian Global, Menteri Wihaji Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga

Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyoroti kondisi global yang tengah diliputi ketidakpastian akibat konflik di Asia Timur Teng

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hadapi Ketidakpastian Global, Menteri Wihaji Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga
Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior
KONDISI GLOBAL - Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyoroti sejumlah hal penting, terutama kondisi global yang tengah diliputi ketidakpastian akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan Asia Timur Tengah saat kegiatan Bincang Keluarga bertema Sucikan Hati dalam Kebersamaan, Bersinergi Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045 di kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur, pada Kamis (2/4/2026). 

Menurutnya, manusia memiliki qalbu sebagai pusat kendali yang menentukan arah perilaku, baik maupun buruk.

Menjaga Prasangka 

Sejalan dengan pesan optimisme dari Menteri Wihaji, Aisah menekankan pentingnya menjaga prasangka positif di tengah kondisi yang menantang.

Ia juga memperkenalkan konsep dialog jiwa dan dialog gelombang, di mana setiap pikiran, doa, dan niat yang dipancarkan seseorang akan kembali dalam bentuk realitas kehidupan.

Karena itu, menjaga hati tetap bersih serta dipenuhi harapan menjadi kunci dalam membangun keluarga yang kuat dan tangguh.

Mengutip hadis yang populer, ia menyampaikan ketika qalbu dalam kondisi baik, maka seluruh aspek kehidupan akan ikut membaik.

Momentum Ramadan pun dimaknai sebagai waktu untuk melatih kebersihan hati yang perlu terus dipertahankan, termasuk dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kebijakan besar, tetapi juga dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat hati dijaga kesuciannya, cinta diperkuat, dan nilai-nilai keluarga dipelihara, maka visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat dicapai bersama.

"Kita mengundang bu Aisah Dahlan karena beliau pakar keluarga sama yang kita urus, kalau keluarga baik-baik saja insyAllah negara akan baik-baik saja," pungkas Menteri Wihaji.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas