Ditegur Ustaz Buntut Jargon 'Semua Milik Allah', Aldi Taher: Pengingat Agar Saya Tidak Sombong
Aldi mengaku sudah tabayun dengan sang ustaz. Meski sempat menuai pro dan kontra, ia tetap akan menggunakan jargon tersebut.
Penulis:
M Alivio Mubarak Junior
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Aldi Taher sering melontarkan jargon "Semua Milik Allah" hingga kemudian jadi sorotan dan konon ditegur seorang ustaz di media sosial
- Diakui Aldi tidak ada niat negatif di balik ucapannya. Menurutnya, jargon tersebut justru menjadi pengingat agar dirinya terhindar dari sifat sombong
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aldi Taher belakangan mencuri perhatian publik, terutama di media sosial. Dalam berbagai kesempatan dari berkomentar di sosial media hingga tampil di podcast, ia kerap melontarkan jargon khasnya, "Semua Milik Allah".
Ungkapan tersebut sempat viral dan menuai sorotan, bahkan mendapat teguran dari seorang ustaz di media sosial.
Hal itu dipicu oleh pernyataan Aldi yang sempat mengatakan "semua stress milik Allah".
Menanggapi polemik tersebut, Aldi Taher memilih merespons dengan sikap rendah hati. Diakuinya melakukan tabayun atau klarifikasi langsung dengan ustaz yang bersangkutan.
Baca juga: Cara Aldi Taher Jaga Kesehatan setelah Sembuh dari Penyakit Kanker
Aldi menegaskan tidak ada niat negatif di balik ucapannya. Menurutnya, jargon tersebut justru menjadi pengingat agar dirinya terhindar dari sifat sombong.
Ia juga memastikan komunikasinya dengan sang ustaz berjalan dengan baik.
Bahkan, ustaz tersebut telah memberikan klarifikasi melalui media sosial setelah keduanya berkomunikasi lewat pesan singkat.
"Alhamdulillah sudah tabayun juga. Pak Ustaz juga sudah mengklarifikasi, sudah screenshot chat saya sama beliau," kata Aldi Taher saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
"Beliau bilang masya Allah kalau orang dikasih tahu adem begini, insya Allah adem Indonesia," lanjutnya.
Aldi Taher menyadari penyampaiannya sebelumnya mungkin kurang utuh sehingga memicu kesalahpahaman. Ia pun kemudian menjelaskan maksud sebenarnya dari kalimat yang sering ia ucapkan tersebut.
"Saya bilang waktu itu, stres milik Allah, bingung milik Allah. Kita diuji, siapa yang menguji? Allah," ucapnya.
"Saya pun suka overthinking, pas lagi kerja suka stres, nah saya kembalikan ke Allah, minta perlindungan. Gitu poinnya," jelas Aldi lagi.
Bagi Aldi, menganggap stres dan kebingungan sebagai "milik Allah" berarti menyadari setiap ujian berasal dari Sang Pencipta.
Dengan begitu, ia percaya solusi terbaik adalah kembali berserah diri kepada-Nya.
Meski sempat menuai pro dan kontra, Aldi mengaku tetap akan menggunakan jargon tersebut.
Ia merasa lebih aman mengembalikan segala hal kepada Tuhan daripada menganggap semuanya sebagai hasil kekuatan pribadi.
"Insya Allah tetap digunakan. Kalau saya nggak gunakan kata-kata 'Semua Milik Allah', takabur saya, Mbak. Semua cuma titipan Tuhan," tuturnya.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.