20 Tahun Bertahan, Astrid Bongkar Beratnya Jadi Musisi di Era Digital
Diakui penyanyi Astrid, harus mempelajari banyak hal baru, mulai dari produksi hingga strategi pemasaran karya.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Perjalanan menuju perilisan album terbarunya berjudul Aku Dan Cahaya, diakui Astrid, bukan hal yang mudah, terutama di tengah perubahan besar di era digital
- Astrid harus beradaptasi dengan sistem industri musik yang kini jauh berbeda dibanding saat dirinya memulai karier
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Astrid mengungkap perjuangannya bertahan di industri musik Tanah Air selama lebih dari dua dekade.
Ia mengakui, perjalanan menuju perilisan album terbarunya berjudul Aku Dan Cahaya bukan hal yang mudah, terutama di tengah perubahan besar di era digital.
“Tidak mudah ya, ini sudah 20 tahun lebih. Alhamdulillah ternyata sampai sekarang pun masih banyak yang mendengarkan lagu-laguku walaupun lagu itu sudah belasan tahun lalu dirilisnya,” ujar Astrid ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2016).
Menurutnya, hal tersebut menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan tetap konsisten di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Ya itu mungkin yang membuat aku semangat terus untuk berkarya, mencoba untuk pasti konsisten dengan maraknya teknologi digital dan sebagainya,” lanjutnya.
Baca juga: Dalam 6 Jam Astrid Rekam 4 Lagu Sekaligus, Kejar Target Album Aku dan Cahaya
Namun, Astrid tak menampik bahwa perubahan dari era lama ke era digital menjadi tantangan tersendiri.
Ia harus beradaptasi dengan sistem industri musik yang kini jauh berbeda dibanding saat dirinya memulai karier.
“Memang ini sesuatu yang baru buat aku, yang tidak ada di era dulu. Dulu di major label, sekarang independen,” jelasnya.
Perubahan tersebut membuat Astrid harus mempelajari banyak hal baru, mulai dari produksi hingga strategi pemasaran karya.
“Banyak sekali belajarnya dan banyak sekali liku-likunya. Karena beberapa tahun terakhir ini aku berusaha sekali bagaimana caranya masih bisa terus berkarya dan karya ini didengarkan sama banyak orang,” ungkapnya.
“Sekarang semuanya social media. Kalau dulu rilis single itu pasti banyak yang dengar, radio muter, ada MTV, jadi nasional,” tuturnya.
Berbeda dengan saat ini, di mana distribusi musik tidak lagi terpusat dan persaingan semakin ketat.
“Sekarang tidak seperti itu, karena semua orang bisa bikin lagu dari kamar tidur, dirilis kapan saja. Jadi tantangannya bagaimana lagu kita bisa sampai ke hati orang,” katanya.
Selain itu, peralihan dari musisi yang berada di bawah naungan label besar ke jalur independen juga menjadi tantangan besar bagi Astrid.
“Semua harus dipikirkan sendiri, dari karyanya, cara masarinnya, campaign di social media supaya orang-orang mendengarkan lagu kita,” pungkas Astrid.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)
Baca tanpa iklan