Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Jessica Iskandar Kaget Putranya Ucap Kata Kasar, Menduga Terpengaruh Lingkungan

Jedar menegaskan keluarga tak pernah mengajarkan anak-anaknya berkata kasar. Itulah kenapa ia menduga anaknya berkata kasar karena pergaulan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jessica Iskandar Kaget Putranya Ucap Kata Kasar, Menduga Terpengaruh Lingkungan
Wartakotalive.com/ Arie Puji Waluyo
PASUTRI - Vincent Verhaag bersama sang istri Jessica Iskandar ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2025) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Jessica Iskandar mengetahui anaknya berkata kasar dari laporan pengasuh
  • Peristiwa tersebut terjadi setelah Don, anak keduanya, bermain bersama anak-anak di sekitar rumah
  • Cerita pengasuh langsung dikonfirmasi oleh Jessica dan anaknya mengakui berkata kasar. Sebagai orang tua, Jessica memberi peringatan tegas berupa hukuman jika mengulang perbuatan tersebut

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jessica Iskandar mengaku sempat kaget saat putranya, Don Azaiah Jan Verhaag, yang tengah dalam masa tumbuh kembang, tiba-tiba mengucapkan kata-kata kasar setelah berinteraksi dengan lingkungan sekitar rumah.

Perempuan yang akrab disapa Jedar itu mengatakan, menerima laporan dari pengasuh, bahwa Don, anaknya, sempat melontarkan ucapan yang tidak pantas.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Don pulang bermain bersama anak-anak di sekitar rumahnya.

"Aku dapat laporan dari susternya Don kalau Don bercanda-bercanda sambil ngomong 'Mampus lo'. Itu kan kasar banget ya," kata Jessica Iskandar saat ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Baca juga: Jessica Iskandar Alami Gejala Hepatitis A, Sempat Demam Tinggi Berhari-hari

Jedar menegaskan kata-kata tersebut tidak pernah diajarkan di dalam keluarga. Ia bahkan menyebut tontonan anak-anaknya sehari-hari lebih banyak menggunakan bahasa Inggris.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, ucapan itu kemungkinan besar didapat secara spontan dari pergaulan di luar rumah.

Ketika ditanya langsung, Don mengaku hanya meniru ucapan temannya.

"Kata Don, 'Iya, tapi kakak itu duluan yang ngomong waktu dia jatuh, jadi aku cuma ikutan'. Terus aku kasih tahu, 'Don tahu enggak itu kata-kata enggak baik? Tidak boleh anak seusia Don bicara seperti itu, apalagi ke teman'," tutur Jedar.

Meski tetap ingin anaknya bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, Jedar kini memperketat pengawasan. 

Ia tidak melarang Don bermain di luar rumah, tetapi memberikan konsekuensi jika hal serupa terulang.

"Biasanya aku suka kasih jeda gitu. Kalau ada sesuatu terjadi kayak gitu aku akan bilang sama Don, 'Don kalau kamu main ke depan sama teman-teman kalau berkata kayak gitu Mama enggak kasih ya'," jelasnya.

Jedar menambahkan, Don baru diizinkan kembali bermain setelah dianggap memahami mana ucapan yang baik dan tidak.

"Nanti kalau Don sudah bisa tahu dan belajar, baru boleh main lagi misalkan minggu depan. Jadi ada gap gitu supaya anak-anak bisa tahu oh ini memang tidak boleh," tambahnya.

Meskipun sempat menghadapi kejadian tersebut, Jedar tetap mendorong anaknya untuk aktif bersosialisasi tanpa membeda-bedakan teman. 

Ia menilai, peran orangtua adalah mengawasi sekaligus meluruskan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai yang diajarkan di rumah.

"Harapannya aku kan supaya Don bisa bersosialisasi dan bisa main sama siapa saja. Cuma tetap kalau aku sebagai mamanya Don, ya pasti kalau Don main ke luar tetap ditungguin," pungkasnya.

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

 


 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas