Shalom Razade Perankan Sosok Hantu Tanpa Kepala Urban Legend Belitung
Tak hanya tantangan akting, Shalom juga harus menghadapi kesulitan menggunakan logat Belitung dan bahasa Belanda agar terasa autentik.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Meski kembali memerankan hantu, Shalom menegaskan dirinya tidak merasa bosan dengan perannya itu.
Baginya, Isabella adalah karakter yang berbeda dibanding peran-peran sebelumnya. Ia melihat sosok ini sebagai perempuan kuat dengan sisi lembut yang tersembunyi.
“Dia kelihatan keras dan kuat, tapi sebenarnya punya sisi lembut juga. Itu yang bikin aku jatuh cinta sama karakternya,” katanya.
Tak hanya tantangan akting, Shalom juga harus menghadapi kesulitan dari segi bahasa.
Karakter Isabella mengharuskannya menggunakan logat Belitung dan bahasa Belanda agar terasa autentik di layar.
“Ya yang sulit itu bahasanya, gimana caranya penonton percaya. Kalau Belitung lebih ke logat, kalau Belanda aku banyak latihan lewat voice note sama teman,” jelasnya.
Film The Bell: Panggilan untuk Mati yang disutradarai Jay Sukmo ini mengangkat kisah horor dari mitos lokal Belitung tentang sosok Penebok.
Rencananya film yang juga dibintangi oleh Mathias Muchus, Givina, Shaloom Razade, dan Bhisma Mulia akan tayang pada 7 Mei 2026.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan