Raffi Ahmad Ungkap Duka Mendalam atas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo
Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur menewaskan 7 orang. Raffi Ahmad sampaikan duka dan doa.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ia mengaku tidak menyangka rangkaian KRL yang ditumpanginya akan dihantam dari belakang oleh kereta jarak jauh.
"Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL," ujar Andi dengan suara bergetar di lokasi kejadian, Senin (27/4) malam.
Andi menjelaskan, KRL yang ditumpanginya saat itu berhenti total karena sebuah kendaraan roda empat mogok di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.
Masinis terpaksa menghentikan rangkaian kereta secara mendadak.
"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," tutur Andi sambil menunjuk ke arah rangkaian KRL yang ringsek.
Baca juga: Ibu Jupe Ungkap Alasan Lain di Balik Jual Apartemen ke Raffi Ahmad, Singgung Kondisi Rumah Singgah
92 Korban Dievakuasi dari Tabrakan KRL
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua terhadap korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus berlangsung hingga Selasa (28/4/2026).
Personil Basarnas bersama tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan hingga dini hari.
Basarnas menyatakan sejak dini hari, proses evakuasi menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada pukul 02.42 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang belum teridentifikasi. Kemudian, pukul 04.17 WIB, satu korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.
Proses evakuasi berlanjut pada pukul 05.49 WIB dengan penyelamatan korban atas nama Ata (30). Selang 10 menit, pukul 05.59 WIB, satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pukul 06.25 WIB, korban selamat bernama Mia (26) berhasil dievakuasi, disusul Siti Fatonah (47) pada pukul 06.55 WIB, dan Endang Kuswati (40) pada pukul 07.25 WIB.
Basarnas mencatat hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 92 orang. Dari jumlah tersebut, 85 korban selamat masih dalam perawatan di rumah sakit maupun sudah dipulangkan karena luka ringan, sementara tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, termasuk RSUD Kota Bekasi, RS Bela Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga, RS Primaya, RS Siloam, hingga RS Polri Kramat Jati.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menegaskan operasi SAR masih difokuskan pada pencarian korban yang diduga masih berada di dalam rangkaian kereta.
“Memasuki hari kedua, kami terus mengoptimalkan seluruh personil Basarnas bersama unsur SAR gabungan yang ada,” kata Desiana.
Baca tanpa iklan