Clara Shinta Lebih Tenang Usai Mengadu ke Komnas Perempuan Soal Dugaan Perselingkuhan Suami
Menurut Clara, pendekatan yang dilakukan Komnas Perempuan berbeda dari proses hukum pada umumnya. Ia merasa didengarkan.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Masalah Clara jadi pelik setelah mengunggah dugaan rekaman video call tak senonoh yang melibatkan suami dengan wanita lain pada akhir Maret lalu
- Akibat unggahannya di media sosial, Clara disomasi dan digugat Rp 10 miliar oleh wanita yang diduga selingkuhan suaminya
- Kini, Clara menegaskan fokusnya hanya pada proses perceraian tanpa menuntut pembagian harta gana-gini
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Clara Shinta akhirnya cerita soal pertemuannya dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan terkait persoalan rumah tangganya.
Kedatangannya berkaitan dengan dugaan video call tak senonoh yang melibatkan suaminya, Alexander Assad, dengan perempuan lain.
Ia mendapat respons yang membuatnya merasa lebih tenang dan dipahami sebagai seorang istri yang dirugikan.
Menurut Clara, pendekatan yang dilakukan Komnas Perempuan berbeda dari proses hukum pada umumnya. Ia merasa didengarkan dari sudut pandang perempuan, bukan semata-mata aspek legal.
Baca juga: Ngadu ke Komnas PA, Clara Shinta Minta Mantan Suami Penuhi Nafkah Anak Rp5 Juta per Bulan
"Kalau tadi respons dari pihak Komnas, namanya juga Komnas Perempuan ya, mereka itu mendengarkan bukan secara mata hukum, tapi lebih ke mata perempuan," ujar Clara Shinta di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, pihak Komnas tetap memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum.
Namun dalam konteks pengaduannya, mereka lebih menitikberatkan pada posisi Clara sebagai istri sah yang merasa dirugikan.
"Apalagi terlebih lagi posisi saya ini istri sah, punya kekuatan hukum lagi di mata agama dan hukum," ucapnya.
"Itu menjadi nilai plus tambah lagi untuk mereka semakin memberikan pembelaan sama saja, tapi mereka akan lebih mengerti posisi saya ini, 'saya ini dirugikan' gitu," lanjut Clara Shinta.
Clara menegaskan, langkah mendatangi Komnas Perempuan merupakan arahan dari tim kuasa hukumnya. Ia mengaku hanya ingin memperjuangkan haknya sebagai masyarakat awam.
"Karena, saya tuh kayak cuma orang awam yang ingin memperjuangkan hak aja sih. Setahu saya, saya tahunya itu aja," katanya.
Meski demikian, Clara menyebut untuk langkah hukum ke depan akan dijelaskan lebih lanjut oleh kuasa hukumnya.
Kasus ini mencuat setelah Clara mengunggah dugaan rekaman video call tak senonoh yang melibatkan sang suami pada akhir Maret lalu.
Unggahan tersebut kemudian dihapus dan Clara menyampaikan permintaan maaf karena dianggap menimbulkan kegaduhan.
Baca tanpa iklan