BGN Bakal Evaluasi SPPG yang Belum Penuhi Target Penerima Manfaat 3B
SPPG diminta aktif melakukan pendataan, memperluas cakupan layanan, serta mengoptimalkan penyaluran program di wilayah masing-masing.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- SPPG diminta meningkatkan cakupan layanan penerima manfaat 3B dalam dua minggu ke depan
- 3B sebagai penerima manfaat adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita
- Program MBG diharapkan dapat tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat serta penurunan prevalensi stunting di Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera memenuhi target penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di wilayah kerjanya masing-masing.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, meminta seluruh SPPG meningkatkan cakupan layanan penerima manfaat 3B dalam dua minggu ke depan.
“Sekarang sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B,” ujar Nanik di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Langkah ini untuk percepatan penurunan angka stunting nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Pertamina dan BGN Kolaborasi Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah sasaran kelompok 3B secara nasional diperkirakan mencapai 22 juta hingga 26 juta orang.
Seluruh SPPG diminta aktif melakukan pendataan, memperluas cakupan layanan, serta mengoptimalkan penyaluran program di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan, jika SPPG belum mampu memenuhi target penerima manfaat 3B akan dievaluasi.
“Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan di-suspend,” tegasnya.
Pelaksanaan Program MBG diharapkan dapat tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat serta penurunan prevalensi stunting di Indonesia.
Saat ini capaian penerima manfaat program masih berada di angka sekitar 9 juta orang.
Baca tanpa iklan