Band Sembilan Tera Curhat Perasaan Terpendam Lewat Mini Album 'Sementara Itu'
Lewat albumnya, Sembilan Tera berharap para pendengar tidak lagi merasa sendirian menghadapi luka dan tekanan hidup.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Mini album Sementara Itu memuat lima lagu, yakni "Luruh", "Pergi", "Akhir Cerita", "Jujur Pada Luka", dan "Sementara Itu"
- Menurut Arie Axara, proses penulisan lagu di mini album ini lahir dari pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap orang-orang di sekitar mereka
- Lewat album mereka, Sembilan Tera berharap para pendengar tidak lagi merasa sendirian menghadapi luka dan tekanan hidup
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Grup musik Sembilan Tera resmi merilis mini album terbaru mereka yang berjudul 'Sementara Itu'.
Lewat karya terbarunya ini, Sembilan Tera menghadirkan musik bernuansa emosional yang mengangkat keresahan, kehilangan, hingga rasa hampa yang kerap dipendam banyak orang.
Band tersebut memilih menghadirkan warna musik yang lebih personal di tengah maraknya lagu bertema percintaan ringan.
Melalui mini album ini, mereka ingin menyampaikan bahwa tidak semua orang benar-benar baik-baik saja meski terlihat tenang dari luar.
Mini album Sementara Itu memuat lima lagu, yakni Luruh, Pergi, Akhir Cerita, Jujur Pada Luka, dan Sementara Itu.
Baca juga: Bawakan Musik Enerjik, Penampilan Pee Wee Gaskins Curi Perhatian di Hammersonic Festival 2026
Seluruh materi lagu ditulis oleh Arie Axara dengan benang merah tentang fase hidup yang terasa menggantung dan penuh ketidakpastian.
Sembilan Tera sendiri digawangi oleh Arie Axara sebagai drummer sekaligus penulis lagu, Aditya pada gitar, Ricky di posisi bass, Eza sebagai vokalis, Angga pada trombone, serta Taufik di keyboard.
Sebelum membentuk band ini, keenam personel dikenal aktif tampil di berbagai panggung kafe di Bandung.
Menurut Arie Axara, proses penulisan lagu di mini album ini lahir dari pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap orang-orang di sekitar mereka.
Dari panggung ke panggung, mereka melihat banyak orang tampak bahagia, tetapi sebenarnya menyimpan kelelahan yang sulit diungkapkan.
“Kami tidak ingin membuat lagu yang sekadar enak didengar," kata Arie di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
"Kami ingin membuat lagu yang bisa menemani orang-orang ketika sedang merasa paling sendiri,” ujar Arie.
Nuansa emosional dijadikan identitas utama dalam mini album tersebut sambil memilih tampil apa adanya tanpa menutupi sisi rapuh yang dituangkan melalui lirik maupun aransemen musik.
“Kadang orang terlalu sibuk terlihat kuat sampai lupa jujur dengan dirinya sendiri. Lewat Sementara Itu, kami cuma ingin bilang bahwa merasa hancur itu manusiawi,” ungkap Arie.
Band ini juga menyadari karya mereka mungkin tidak akan diterima semua kalangan.
Namun, hal tersebut tidak menjadi persoalan karena sejak awal mereka memang ingin menghadirkan musik yang relevan bagi orang-orang yang sedang berada di titik terendah dalam hidup.
Melalui mini album Sementara Itu, Sembilan Tera berharap para pendengar tidak lagi merasa sendirian menghadapi luka dan tekanan hidup.
Mereka ingin musik menjadi ruang aman untuk mengakui rasa sakit tanpa harus terus berpura-pura kuat.
“Kalau nantinya ada satu orang saja yang merasa ditemani setelah mendengar lagu-lagu kami, itu sudah lebih dari cukup,” tutup Arie Axara.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.