Batal Cerai, Pinkan Mambo Akui Cinta Mati ke Arya Khan meski sang Suami Cemburuan
Batal bercerai, Pinkan Mambo mengaku cinta mati ke Arya Khan meski sang suami memiliki sifat cemburuan.
Penulis:
Gabriella Gunatyas
Editor:
Salma Fenty
"Nggak ada nomor dua nomor satu semuanya sama, imam ya imam," pungkas ibu lima anak ini.
Dukungan Arya Khan untuk Karier Pinkan Mambo
Pinkan Mambo mengawali kariernya sebagai penyanyi 26 tahun lalu dan akhirnya meraih kesuksesan saat berduet dengan musisi Maia Estianty dalam grup Ratu pada tahun 2000.
Sayangnya di tahun 2004, Pinkan memutuskan keluar dari Ratu dan posisinya digantikan oleh Mulan Kwok alias Mulan Jameela.
Setelah keluar dari Ratu, Pinkan pun memutuskan bersolo.
Seiring berjalannya waktu, penyanyi 47 tahun ini, jarang tersorot dan memilih fokus berbisnis hingga menjadi konten kreator.
Sebagai suami, Arya pun mendukung penuh apa yang dilakukan oleh istrinya itu.
Ia juga sempat membeberkan alasan mengapa istrinya kini jarang tampil di panggung musik.
Duda satu anak saat menikahi Pinkan Mambo ini, menyebut tawaran menyanyi untuk istrinya hingga kini masih tetap ada.
Namun Pinkan lebih selektif menerima tawaran bernyanyi sebab pelantun tembang Kekasih yang Tak Dianggap ini pernah mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan.
"Sebenarnya dia gampang cari uang, kalau mau dengan budget Rp30 juta, Rp20 juta, dia gampang nyanyi di kafe, tapi dia pernah ngomong sama aku kalau dia itu nggak mau direndahkan," kata Arya Khan dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia.
Di momen itu pria dengan nama asli Muhammad Rizky ini, menyebut istrinya memiliki prinsip yang cukup kuat.
Alhasil ibunda Michelle Ashley ini, memilih untuk mengais rezeki lewat usaha dan menjadi konten kreator.
"Dia punya prinsip yang kuat, dari pada itu dia pilih TikTokan, usaha sendiri, buat apa ada brand besar manggil gue dengan bayaran segitu dengan kata-kata yang nggak enak, ngerendahin," beber Arya mengulangi ucapan Pinkan.
Lebih lanjut, Arya bercerita momen saat Pinkan Mambo banting setir dari penyanyi menjadi pebisnis.
Hal itu dimulai setelah Pinkan pulang dari Amerika Serikat dan mengalami ujian finansial.