Kuasa Hukum Erin Eks Andre Taulany Percaya Diri Hadapi Kasus ART, Singgung CCTV hingga Privasi Rumah
Kuasa hukum Erin yakin hadapi kasus ART. Sebut kliennya ingin klarifikasi dan singgung bukti CCTV.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Erin dilaporkan mantan ART atas dugaan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
- Sunan Kalijaga menyebut Erin tak pernah meminta damai dan justru ingin segera diperiksa penyidik.
- Pihak Erin mengaku memiliki bukti CCTV serta menyinggung dugaan pelanggaran privasi rumah oleh mantan ART.
TRIBUNNEWS.COM - Nama Rien Wartia Trigina alias Erin kembali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan.
Kasus yang menyeret mantan istri komedian Andre Taulany itu memunculkan beragam asumsi di ruang publik, termasuk keraguan terhadap pihak Erin.
Tak hanya soal dugaan penganiayaan, Erin juga sempat diterpa tudingan terkait penahanan gaji mantan ART-nya.
Di tengah sorotan yang terus mengarah kepada kliennya, Sunan Kalijaga justru menilai Erin menunjukkan sikap berbeda dibanding seseorang yang merasa bersalah atas tuduhan pidana.
Menurutnya, Erin tidak pernah meminta upaya damai ataupun pendekatan tertentu demi meredam proses hukum.
Sunan Kalijaga menyebut, umumnya seseorang yang terseret kasus pidana akan menunjukkan rasa khawatir atau mencari jalan penyelesaian lebih awal.
Namun hal itu, kata dia, tidak terlihat pada Erin.
"Di mana-mana biasanya pelaku tindakan kriminal itu pasti takut. Iya. Kalau sudah dilaporkan, di mana-mana klien saya yang ee sebagai terlapor atau tersangka, mereka pasti takut," ujar Sunan Kalijaga, dikutip Tribunnews dalam YouTube Cumicumi, Senin (18/5/2026).
Ia kemudian menggambarkan berbagai permintaan yang lazim disampaikan klien ketika menghadapi persoalan hukum.
Akan tetapi, menurut Sunan, permintaan semacam itu tidak pernah keluar dari Erin.
"'Bang Sunan, tolong dong atur, bisa enggak saya damai. Bang Sunan, tolong dong bisa enggak dekatin pengacaranya. Bang Sunan, tolong bisa enggak dekatin yayasan? Bang Sunan, tolong bisa enggak dekatin penyidik?' Tapi kata-kata tersebut tidak ada sama sekali keluar dari mulut klien saya," jelasnya.
Baca juga: Alasan Erin Eks Andre Taulany Ingin Temui Rieke Diah Pitaloka soal Kasus Dugaan Penganiayaan ART
Sunan mengatakan, Erin justru berharap segera dipanggil penyidik agar bisa memberikan klarifikasi atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.
"Bahkan, dia ingin segera dipanggil untuk apa sih? Untuk mengklarifikasi semua tuduhan-tuduhan yang tidak benar."
Lebih lanjut, Sunan mengaku keyakinannya terhadap posisi hukum klien diperkuat dengan adanya bukti yang disebut dimiliki pihak Erin.
"Nah, dari situ saya meyakini, plus ada alat bukti CCTV."
Di sisi lain, Sunan tidak menampik adanya kemarahan Erin terhadap mantan ART tersebut. Namun menurutnya, kemarahan itu muncul karena alasan tertentu, bukan tanpa sebab.
"Kalau dibilang marah, ya klien saya marah terhadap ART. Itu tentunya ada sebab dan akibat," dalihnya.
Ia menjelaskan, kemarahan tersebut berkaitan dengan dugaan penyebaran informasi mengenai kondisi rumah pribadi Erin melalui media sosial tanpa izin.
"Marahnya kenapa? Karena tanpa izin, tanpa hak, ya memposting sosial media milik ART yang kami duga jelas-jelas bagaimana sih kamar anaknya, bagaimana sih pintu gerbang dan pos pam-nya, bagaimana sih garasinya, bagaimana sih kolam renangnya."
Menurut Sunan, unggahan semacam itu berpotensi membuka informasi privat yang semestinya tidak disebarluaskan kepada publik.
"Yang itu sangat-sangat tidak sopan dan itu sangat mengkhawatirkan, mengundang orang untuk berbuat jahat. Karena sudah terbuka ya informasi yang seharusnya privasi."
Sunan juga menanggapi anggapan bahwa sejumlah figur publik lain tidak mempermasalahkan rumahnya tampil di media sosial. Ia menilai setiap pemilik rumah memiliki hak menentukan batas privasi masing-masing.
"Kalau ada yang bilang artis lain tidak keberatan kok rumahnya diistilahnya di media sosial, silakan saja. Itu artis yang mana?"
Ia menegaskan, keputusan apakah rumah pribadi boleh diekspos atau tidak sepenuhnya berada di tangan pemilik rumah.
"Intinya kan ini rumah atau kerajaannya siapa? Rumah kepala rumah tangganya mengizinkan atau tidak untuk dieksploitasi," pungkasnya.
Baca juga: Penjelasan Kuasa Hukum soal Tudingan Erin Tahan Gaji ART, Nama Mantan Suami Ikut Terseret
ART Ungkap Dugaan Penganiayaan
Penyalur ART, Nia Damanik mengungkap bahwa Hera sempat menghubungi dirinya di hari kejadian mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Erin.
Saat itu, Hera meminta bantuan lantaran kepalanya dipukul menggunakan sapu.
"Kemarin itu kan jam 3 sore tuh, saya ditelepon kan, dia bilang gini 'Halo, kak', katanya 'Apa?' 'Tolongin saya'."
"'Dipukul apanya?' 'Kepala saya dipukul pakai sapu'," bebernya, dikutip dari YouTube Cumicumi, Kamis (30/4/2026).
Tak langsung percaya dengan pengakuan Hera, Nia pun menanyakan kesalahan yang telah dilakukan ART tersebut.
Berdasarkan keterangan H, ia menerima dugaan penganiayaan hanya karena telat menutup jendela.
"Terus saya bilang 'Bikin salah apa neng?' Katanya 'Enggak bikin salah',' kata Nia Damanik.
"'Entah cuman gara-gara telat nutup jendela' katanya," sambungnya.
Kasus ini bermula dari viralnya akun Threads @niadamanik7 yang mengunggah kisah jika seorang wanita yang diduga adalah ART Erin setelah mendapatkan perlakuan kekerasan.
Usai viralnya tudingan tersebut, Erin sempat memberikan bantahannya.
(Tribunnews.com, Rinanda/Salma)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.