Pernah Kena Stroke dan Serangan Jantung, Iwet Ramadhan-Dave Hendrik Ingatkan Bahaya Stres
Iwet mengingatkan pentingnya rutin memeriksa tekanan darah karena hipertensi kerap disebut sebagai “silent killer” yang sering tidak disadari.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
Menurut dokter, kondisi itu dipengaruhi faktor bawaan tubuh serta kemampuan masing-masing tubuh dalam mentolerir kadar kolesterol.
Meski demikian, pemilik nama asli David Hendrik Pangemanan ini meyakini gaya hidup sehat yang selama ini dijalani tetap membantu mempercepat proses pemulihan pasca serangan jantung.
“Kalau saya tidak hidup sehat dan rutin olahraga, mungkin serangan jantungnya sudah terjadi jauh lebih cepat,” ujarnya.
Iwet dan Dave sepakat bahwa stres menjadi salah satu pemicu terbesar gangguan kesehatan serius, terutama bagi masyarakat perkotaan dengan tekanan aktivitas tinggi.
Iwet mengingatkan pentingnya rutin memeriksa tekanan darah karena hipertensi kerap disebut sebagai “silent killer” yang sering tidak disadari hingga memicu stroke maupun penyakit jantung.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Indonesian Society of Hypertension (INASH), Eka Harmeiwati, mengatakan hipertensi menjadi salah satu faktor utama pemicu stroke dan penyakit jantung.
Menurutnya, jumlah penderita hipertensi di Indonesia kini mencapai 57 juta orang. Namun, pasien yang tekanan darahnya terkontrol masih kurang dari 20 persen.
“Kondisi ini membuat komplikasi hipertensi seperti stroke, gagal jantung, hingga gagal ginjal masih sangat tinggi,” ujar Eka.
Ia menjelaskan hipertensi dapat merusak pembuluh darah dalam jangka panjang dan memicu berbagai penyakit lain, termasuk gangguan penglihatan, demensia, hingga gangguan irama jantung atau atrial fibrillation (AF) yang meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat.
Eka juga menyoroti tingginya faktor risiko hipertensi di Indonesia, terutama akibat kebiasaan merokok dan konsumsi garam berlebih.
Karena itu, masyarakat diimbau mulai menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan, tidur cukup, dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala sejak usia 18 tahun.