Waspada Kolesterol Tinggi pada Anak, Dokter Sarankan Skrining Sejak Usia Sekolah
Banyak orangtua mengira pemeriksaan kolesterol hanya penting dilakukan orang dewasa. Padahal anak-anak bisa mengalami kolesterol tinggi.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Anak-anak juga bisa mengalami kolesterol tinggi, terutama bila memiliki faktor risiko dari keluarga
- banyak orangtua tidak sadar anak sudah mengalami gangguan metabolisme
- Gejala seperti pegal di leher yang sering dianggap tanda kolesterol juga belum tentu benar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama ini banyak orangtua mengira pemeriksaan kolesterol hanya penting dilakukan orang dewasa.
Padahal anak-anak juga bisa mengalami kolesterol tinggi, terutama bila memiliki faktor risiko dari keluarga.
Dokter spesialis anak dr. Prajnya Paramitha Narendraswari, Sp.A menilai skrining kolesterol pada anak perlu mulai diperhatikan masyarakat.
Menurut Dr. Prajnya, anak yang berasal dari keluarga dengan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung koroner harus mendapat perhatian khusus.
Baca juga: Dokter Ungkap Kolesterol Tinggi pada Anak Bisa Diam-Diam Menyerang, Ini Tanda Awalnya
Karena itu, skrining sejak dini menjadi penting.
“Ada yang mengatakan atau membagi kapan sih kita harus melakukan pemeriksaan kadar kolesterol itu berdasarkan faktor resiko,” ujarnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kamis (28/5/2026).
Duduk di banku SD Sudah Bisa Mulai Skrining
Beberapa panduan luar negeri bahkan menyarankan pemeriksaan kolesterol dilakukan sejak anak mulai sekolah.
“Nah kalau misalnya pada anak-anak yang memang sudah ada faktor resiko yang tinggi ini maka dikatakan memang harus di screening secara awal,” jelasnya.
Bahkan ada rekomendasi skrining sejak usia 2–3 tahun untuk kelompok berisiko tinggi.
Sementara universal screening umumnya dilakukan saat anak memasuki usia 9–12 tahun atau menjelang pubertas.
Masalah terbesar kolesterol tinggi pada anak adalah gejalanya sering tidak terlihat.
Akibatnya banyak orangtua tidak sadar anak sudah mengalami gangguan metabolisme. Gejala seperti pegal di leher yang sering dianggap tanda kolesterol juga belum tentu benar.
Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan
Pemeriksaan kolesterol pada anak tidak hanya melihat satu angka saja. Ada empat komponen utama yang harus diperiksa:
- Kolesterol total
- LDL
- HDL
- Trigliserida
Dari situ dokter akan menentukan apakah kondisi anak masih normal, borderline, atau sudah tinggi.