Jadi Mahasiswa Skeptis di 'Dukun Magang', Jefan Nathanio Akui Kesulitan Terbesar Bukan di Akting
Di film Dukun Magang, Jefan dipercaya memerankan Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang skeptis terhadap dunia mistis.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Film Dukun Magang menawarkan cerita tentang benturan antara logika modern dan tradisi mistis yang masih hidup di tengah masyarakat
- Kisahnya berpusat pada Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang selama ini menganggap dunia gaib hanyalah mitos
- Di film tersebut, Jefan dipercaya memerankan Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang skeptis terhadap dunia mistis
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Jefan Nathanio mengungkap pengalaman menantang yang dihadapinya selama proses produksi film horor komedi 'Dukun Magang'.
Diakuinya tantangan di film ini saat menjalani syuting padat di luar kota dengan kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
Dalam film garapan sutradara Chiska Doppert tersebut, Jefan dipercaya memerankan Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang skeptis terhadap dunia mistis.
Meski harus mendalami karakter yang cukup kompleks, Jefan mengaku tantangan terbesar justru datang dari kondisi produksi di lapangan.
"Aku tuh jadi Raka, dia mahasiswa yang skeptis lah sama perdukunan, tapi harus bersinggungan," ungkap Jefan Nathanio saat mampir di Tribun Si Paling Seleb, belum lama ini.
“Tantangan terbesar lebih ada di waktu shooting yang lumayan padat, karena di sana kita shooting di luar kota, yang di mana kita enggak tahu cuaca seperti apa. Karena itu salah satu tantangan terbesar juga sih, tapi selebihnya enjoy banget,” ujar Jefan.
Baca juga: Sinopsis Film Dukun Magang, Dibintangi Jefan Nathanio hingga Hana Saraswati, Tayang 18 Juni 2026
Meski menghadapi jadwal yang padat dan berbagai kendala teknis selama syuting, Jefan menilai proses produksi berlangsung menyenangkan berkat kerja sama seluruh tim dan para pemain yang terlibat.
Hal senada juga disampaikan komedian sekaligus aktor Mang Osa yang memerankan karakter Tarno.
Menurutnya, kekuatan utama Dukun Magang terletak pada kemampuannya memadukan unsur horor dan komedi tanpa menghilangkan identitas masing-masing genre.
“Film ini seru karena horornya dapat, komedinya juga dapat," ungkap Mang Osa.
"Penonton bisa tegang, tapi di saat yang sama juga bisa ketawa. Itu yang bikin film ini punya warna tersendiri,” bebernya.
Film Dukun Magang menawarkan cerita tentang benturan antara logika modern dan tradisi mistis yang masih hidup di tengah masyarakat.
Kisahnya berpusat pada Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang selama ini menganggap dunia gaib hanyalah mitos.
Namun pandangannya mulai berubah ketika skripsinya terus ditolak oleh dosennya, Pak Arief.