Herni Ekamawati Tuangkan Kerinduan pada Sang Bunda Lewat Lagu
Menurut Herni, lagu 'Sang Pendoa (Ibu)' merupakan karya yang paling emosional karena terinspirasi langsung dari sosok ibunya.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Herni Ekamawati curhat soal kerinduannya pada sang bunda dan renungan mengingat Allah lewat karya lagu.
Ia kembali merilis karya di dunia musik lewat dua single terbaru bertajuk 'Sang Pendoa (Ibu)' dan 'Dunia Bukan Tuhanmu' yang hadir berbarengan.
Setelah mempersembahkan mini album Jejak Cinta Dalam Nada pada 2025 untuk mengenang maestro musik Indonesia almarhum Adjie Soetama, kali ini Herni hadir dengan karya yang lebih personal dan sarat pesan kehidupan.
Baca juga: Terjemahan dan Lagu Rock Bottom - Black Pistol Fire ft Gary Clark Jr, Suarakan Titik Terendah Hidup
Dua lagu tersebut menawarkan warna yang berbeda, namun sama-sama lahir dari pengalaman dan perenungan yang dekat dengan kehidupan Herni.
Melalui 'Sang Pendoa (Ibu)', ia menuangkan rasa rindu mendalam kepada sang ibu yang telah berpulang.
Sementara 'Dunia Bukan Tuhanmu' menjadi refleksi tentang kecenderungan manusia yang terlalu fokus mengejar urusan dunia hingga melupakan hubungan dengan Sang Pencipta.
Menurut Herni, lagu 'Sang Pendoa (Ibu)' merupakan karya yang paling emosional karena terinspirasi langsung dari sosok ibu yang memiliki peran besar dalam hidupnya.
"Ibu yang selalu ada ketika sedang sedih, senang, paling suka masakin makanan kesukaan aku, nemenin makan, orangnya sabar, penuh kasih sayang," ujar Herni Ekamawati di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Kenangan tersebut kemudian menjadi pondasi utama dalam proses penciptaan lagu. Tak heran jika pengerjaannya menjadi pengalaman yang menguras perasaan bagi Herni.
"Tentang ibu, yang menguras air mata," katanya.
Berbeda dengan lagu pertama yang bersifat personal, lagu 'Dunia Bukan Tuhanmu' hadir membawa pesan yang lebih universal.
Lewat lagu ini, Herni ingin mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu bisa dikendalikan oleh manusia, sehingga ada saatnya seseorang harus belajar berserah dan kembali mendekat kepada Tuhan.
"Lagu ini tentang manusia yang terlalu mengejar dunia," ungkap Herni.
Ia menambahkan, manusia kerap baru menyadari pentingnya bersandar kepada Tuhan ketika berada dalam situasi sulit dan tidak lagi mampu mengandalkan kekuatannya sendiri.