Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Keresahan Sal Priadi Jadi Musisi Jaman Sekarang, Dituntut Hasilkan Karya yang Viral

Sal Priadi menyoroti fenomena industri musik saat ini yang kerap menjadikan viral sebagai tolak ukur utama kesuksesan sebuah karya. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Keresahan Sal Priadi Jadi Musisi Jaman Sekarang, Dituntut Hasilkan Karya yang Viral
Tribunnews.com/instagram
KERESAHAN SAL PRIADI- Musisi Sal Priadi ungkap keresahannya sebagai musis saat ini karena harus bersaing dan mengejar viral. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

Ringkasan Berita:
  • Sal Priadi menyoroti fenomena industri musik saat ini yang kerap menjadikan viral sebagai tolak ukur utama kesuksesan sebuah karya. 
  • Sal mengaku melihat kecenderungan para penyanyi dan musisi yang berlomba-lomba mendapatkan jumlah pemutaran, tayangan.
  • Menurut Sal, seorang musisi seharusnya memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, perasaan, maupun pesan yang memiliki bobot, bukan sekadar viral.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi sekaligus penulis lagu Sal Priadi menyoroti fenomena industri musik saat ini yang kerap menjadikan viral sebagai tolak ukur utama kesuksesan sebuah karya. 

Baca juga: Lagu Baru Sal Priadi Sindir Keras Rutinitas Kerja yang Berlebihan

Menurutnya, banyak musisi kini terjebak dalam upaya mengejar angka-angka di platform digital dibandingkan fokus pada nilai artistik yang ingin disampaikan.

Sal mengaku melihat kecenderungan para penyanyi dan musisi yang berlomba-lomba mendapatkan jumlah pemutaran, tayangan, hingga eksposur besar di media sosial.

"Penyanyi selalu mengejar kayak angka streams yang tinggi, views yang tinggi, algoritma, FYP, segala macam sesuatu yang viral," kata Sal Priadi di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, belum lama ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Pelantun lagu Gala Bunga Matahari itu menilai kondisi tersebut perlahan dapat menggeser tujuan utama seorang seniman dalam menciptakan karya. 

Ketika fokus utama hanya pada capaian angka dan popularitas instan, proses kreatif berisiko kehilangan makna yang seharusnya menjadi fondasi sebuah karya musik.

Menurut Sal, seorang musisi seharusnya memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, perasaan, maupun pesan yang memiliki bobot, bukan sekadar mengikuti formula yang dianggap mampu mendatangkan viralitas.

"Pengkaryaan yang terjadi akhirnya jadi mengarah ke sana (viral) gitu, dan menghilangkan diri kita sebagai seorang berkarya yang benar-benar harusnya ngomong sesuatu yang punya bobot," terangnya.

Lebih lanjut, Sal juga menyoroti cepatnya perputaran tren di industri musik digital saat ini. 

Lagu yang viral hari ini, menurutnya, bisa dengan mudah tergeser oleh rilisan baru hanya dalam waktu singkat.

Karena itu, ia mengingatkan para musisi untuk tidak terlalu terpaku pada pencapaian yang sifatnya sementara. 

Sal berharap para pelaku musik dapat kembali menikmati proses berkarya dan menghadirkan karya yang lahir dari kejujuran artistik.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas