Ibnu Jamil Ketagihan Jadi Pengisi Suara Film Animasi
Ibnu Jamil mengaku terlibat sebagai pengisi suara dalam film animasi Garuda di Dadaku.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Ibnu Jamil mengaku terlibat sebagai pengisi suara dalam film animasi Garuda di Dadaku.
- Suami Ririn Ekawati itu mendapat pengalaman baru yang tak terlupakan dalam proyek isi suara ini.
- Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertari dan ketagihan untuk menjajal proyek animasi lainnya di masa depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor sekaligus presenter Ibnu Jamil mengaku mendapat pengalaman baru yang tak terlupakan saat terlibat sebagai pengisi suara dalam film animasi Garuda di Dadaku.
Proyek tersebut menjadi pengalaman pertamanya menjadi voice actor untuk film animasi layar lebar.
Baca juga: Putri Ririn Ekawati Viral karena Berdagang sejak Kecil, Ini Tanggapan Ibnu Jamil
Di film itu, Ibnu mengisi suara sosok ayah dari karakter Putra yang diisi suaranya oleh Keanu Azka.
Meski sebelumnya pernah mengisi suara untuk kebutuhan dubbing, Ibnu mengaku proses pengerjaan film animasi ternyata jauh berbeda dari yang ia bayangkan.
"Ini kayaknya pertama ya. Pertama untuk ngisi animasi," kata Ibnu Jamil di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
Suami dari Ririn Ekawati itu mengaku langsung tertarik ketika mendapat tawaran bergabung dalam film animasi yang diadaptasi dari IP Garuda di Dadaku.
Selain karena nama besar waralaba tersebut, ia juga penasaran dengan proses kreatif di balik pembuatan film animasi.
"Pengalamannya menarik, seru banget. Ternyata nggak cuma gua ya, banyak juga teman-teman cast pengisi suara lainnya yang dulu punya cita-cita pengen ada kontribusi suaranya di sebuah film," jelasnya.
"Apalagi film ini dengan IP yang sangat besar, hampir relate sama semua anak-anak di Indonesia pasti tahu dari Garuda di Dadaku," ujarnya.
Rasa penasaran Ibnu semakin besar saat mengetahui proses pengisian suara dilakukan sebelum animasi selesai dibuat.
Berbeda dengan pengalaman dubbing yang pernah ia jalani, kali ini ia hanya berbekal sketsa karakter saat melakukan rekaman.
"Awalnya kayak penasaran, pengen tahu gimana sih cara kerjanya," ucap Ibnu.
"Ternyata kita cuma dikasih sketch-nya doang, kita diambil dulu suaranya, kita isi dengan intonasi berbagai macam version, terus nanti baru dibuat gambarnya," tuturnya.
Menurut Ibnu, tantangan terbesar justru muncul karena dirinya harus mengandalkan imajinasi untuk membayangkan gerakan dan ekspresi karakter yang belum hadir dalam bentuk animasi bergerak.
"Belum jadi gambar bergerak. Cuma kita dikasih sketch-nya aja. Itulah tingkat kesulitannya, kita harus punya imajinasi lebih lagi. Kita harus bisa menyiapkan di imajinasi kita ruang, terus gesturnya seperti apa," katanya.
Ia pun mengatakan pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik untuk menjajal proyek animasi lainnya di masa depan.
"Pengen, gua pengen lagi. Pengen lebih mengeksplor lagi. Karena memang semakin ke sini film animasi punya tempat, punya market," ucapnya.
Ibnu bahkan mengaku masih menyimpan kenangan masa kecil saat menonton film-film animasi favoritnya.
Karena itu, ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari industri yang pernah memberi banyak kesan dalam hidupnya.
"Itu ada lho di imajinasi gua sampai saat ini masih ada, dan gua pengen terlibat dalam proyek-proyek seperti itu," katanya.
"Kalau mungkin nanti karakternya berbeda lagi, itu mungkin akan jadi sesuatu yang lebih menarik lagi," ujar Ibnu.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.