Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Singgung Kata Penggemar Berkali-kali, Permintaan Maaf Sarwendah Tuai Kritik dari Ahli Ekspresi

Kirdi Putra menilai permintaan maaf Sarwendah lebih berfokus menjaga citra di mata penggemar ketimbang menunjukkan penyesalan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Ahli ekspresi Kirdi Putra menilai permintaan maaf Sarwendah bukan bentuk penyesalan yang tulus.
  • Kirdi menyoroti penyebutan kata "penggemar" yang lebih dominan dibanding pihak lain dalam video permintaan maaf.
  • Bahasa tubuh dan ekspresi Sarwendah dinilai tidak selaras dengan pesan verbal yang disampaikan kepada publik.

TRIBUNNEWS.COM - Permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah melalui media sosial masih menjadi sorotan publik.

Video yang diunggah mantan personel Cherrybelle itu muncul setelah dirinya menuai kritik akibat konflik dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Di mana, Sarwendah mengunggah video permintaan maaf melalui akun Threads miliknya setelah sejumlah potongan video saat dirinya meluapkan emosi yang diduga ditujukan kepada Ruben Onsu beredar luas di internet.

Video tersebut memicu berbagai respons dari warganet hingga membuat Sarwendah banjir hujatan.

Di tengah polemik tersebut, ahli ekspresi Kirdi Putra turut memberikan analisisnya terhadap permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah.

Secara blak-blakan, Kirdi menilai permintaan maaf tersebut bukanlah bentuk penyesalan yang tulus, melainkan lebih menyerupai upaya menjaga citra di mata publik, khususnya para penggemarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kirdi mengawali analisanya dengan mempertanyakan apakah permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah benar-benar lahir dari ketulusan.

"Nah, jadi pertanyaannya, kalau kita mau bicara apakah kemudian dia beneran minta maaf atau tidak, saya akan bilang tidak," ujar Kirdi, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (6/6/2026). 

Menurut Kirdi, ada pola komunikasi yang membuatnya melihat video tersebut sebagai sebuah pertunjukan yang berorientasi pada citra.

"Ini adalah sebuah pertunjukan. Ini adalah sebuah drama teatrikal. Di mana, kalau teman-teman juga lihat, bahwa kalau dia bicara soal penggemar itu sampai lebih dari satu kali loh, beberapa kali loh, 'pada penggemar saya, pada penggemar saya'."

Ia kemudian menyoroti bahwa penyebutan mengenai penggemar muncul lebih dominan dibanding kelompok lain yang juga disebutkan dalam video tersebut.

Baca juga: Ahli Ekspresi Nilai Permintaan Maaf Sarwendah Tak Tulus, Ungkap 3 Syarat yang Belum Terpenuhi

"Sementara bahkan keluarganya, masyarakat, segala macam itu cuma satu kali, misalnya ya.

Kata-kata 'penggemar' paling banyak dia tampilkan. Bahwa sebetulnya yang paling penting di sini adalah penggemarnya ini."

Berdasarkan pengamatannya, hal itu menunjukkan adanya fokus yang lebih besar terhadap cara dirinya dipandang oleh para pendukungnya.

"Ini dia sedang, secara verbal, ingin menunjukkan tanpa dia sadari bahwa sebetulnya citra dia di mata penggemarnya itu lebih penting daripada permintaan maaf itu sendiri," jelasnya. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas