Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Ikut Diperiksa soal Kasus Penipuan Hanania Group, Keanu Angelo Tegaskan Tak Terima Uang Sepeser pun

Keanu Angelo diperiksa terkait kasus Hanania Group dan menegaskan tak pernah menerima uang endorse maupun aliran dana dari perusahaan itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Ringkasan Berita:
  • Keanu Angelo memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan jamaah oleh Hanania Group.
  • Selama pemeriksaan, Keanu menjawab sekitar 20-25 pertanyaan mengenai awal perkenalan hingga bentuk kerja samanya dengan Hanania.
  • Keanu menegaskan kerja samanya bersifat barter dan mengaku membawa rekening koran sebagai bukti tidak ada aliran dana dari Hanania Group.

TRIBUNNEWS.COM - Selebgram Keanu Angelo memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan jamaah yang menyeret biro perjalanan umrah Hanania Group

Kehadiran pemilik nama asli Muhammad Miftahuda ini dilakukan untuk memberikan keterangan mengenai hubungan kerja samanya dengan perusahaan tersebut yang sebelumnya sempat dipromosikan melalui media sosialnya.

Didampingi kuasa hukumnya, Keanu penuhi pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Senin (9/6/2026).

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kerja sama yang pernah dijalin dengan Hanania Group tidak melibatkan pembayaran endorse ataupun aliran dana ke rekening pribadinya.

Keanu menjelaskan bahwa selama pemeriksaan dirinya mendapat sejumlah pertanyaan dari penyidik yang berfokus pada awal perkenalannya dengan pihak Hanania hingga bentuk kerja sama yang dijalankan saat itu.

"Aduh aku nggak ngitung, sekitar 20-25  pertanyaan.

"Pertanyaannya seputar kenal di mana, terus awal kerja samanya gimana, kontraknya seperti apa," ujar Keanu, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Selasa (9/6/2026). 

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Keanu menegaskan bahwa dirinya telah menjelaskan secara rinci kepada penyidik mengenai bentuk kerja sama yang dijalankannya dengan Hanania Group.

Menurutnya, kerja sama tersebut dilakukan dengan sistem barter, bukan transaksi endorse berbayar.

"Aku jelasin di dalam bahwa aku dalam kerja sama sama Hanania tuh aku enggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter," jelaskan. 

Pria berusia 27 tahun ini mengatakan pihak Hanania saat itu memberangkatkannya untuk perjalanan umrah, sementara dirinya memberikan promosi berdasarkan pengalaman pribadi selama menggunakan layanan tersebut.

Baca juga: Dana Jemaah Umrah Hanania Group Dipakai Bayar Influencer, Polisi Berpotensi Periksa Keanu & Awkarin

"Jadi mereka berangkatkan aku, aku promoin, testimoni aku, pengalaman aku selama di sana."

Untuk memperkuat keterangannya, Keanu mengaku turut membawa dokumen rekening koran kepada penyidik sebagai bukti bahwa tidak ada transfer dana yang diterimanya dari perusahaan tersebut.

"Aku juga bawa rekening koran aku," terangnya. 

Keanu menjelaskan bahwa rekening koran yang dibawanya mencakup periode saat keberangkatannya dua tahun lalu, termasuk satu bulan sebelum dan sesudah perjalanan.

Dari dokumen tersebut, ia mengklaim tidak ditemukan adanya aliran dana dari Hanania Group ke rekening pribadinya.

"Rekening koran aku, ee periode bulan aku berangkat yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, dan 1 bulan sebelumnya, 1 bulan setelahnya, bahwa aku enggak menerima aliran dana apa pun dari PT Hanania Grup ya," tegas Keanu.

Bos Hanania Travel jadi Tersangka

Pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan uang calon jemaah umrah.

Ahmad Syah Farhan sempat dipertemukan dengan para korban, namun tak dapat memberi jaminan pengembalian dana.

Hanania Travel merupakan biro perjalanan umrah yang berkantor di Kecamatan Tebet, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Hanania Travel mengusung konsep umrah milenial dan membayar influencer untuk mempromosikan paket umrah.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menerangkan aliran uang para calon jemaah umrah digunakan untuk mempromosikan Hanania Travel.

"Hasil dari pengambilan keterangan terhadap terduga tersangka saat ini, uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari kepentingan perjalanan umrah para jamaah."

"Sebagian juga digunakan untuk membayar influencer, sebagaimana tadi dipertanyakan. Ini untuk kepentingan marketing," paparnya, Selasa (2/6/2026), dikutip dari TribunJakarta.com.

Sejumlah influencer yang pernah bekerjasama dengan Hanania Travel akan dimintai keterangan.

Baca juga: Mitra Hanania Group Laporkan Bos Travel Umrah Ahmad Syah Farhan ke Polda Metro Jaya

"Tentunya kami juga akan mengambil keterangan terhadap para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam hal penawaran beberapa paket umroh yang ditawarkan oleh PT Khazanah Tamma Internasional tersebut atau Hanania Group," tandasnya.

Berdasarkan penelusuran di media sosial Hanania Travel, influencer yang pernah diberangkatkan umrah seperti Keanu Agl, Awkarin sampai Dara Arafah.

Kesaksian Korban

Sebelumnya, salah satu calon jemaah Rosa (50), menjelaskan pemilik Hanania Travel sempat menemui para korban di kantor cabang perusahaannya yang berada di gedung EightyEight, kawasan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan. 

Dalam mediasi tersebut, pemilik Hanania Travel mengakui kesalahannya tak dapat memberangkatkan calon jemaah umrah kloter Juni-Juli 2026 yang jumlahnya sekitar 1.260-an orang.

Opsi penyelesaian yang ditawarkan pemilik Hanania Travel yakni menggandeng travel umrah lain untuk pemberangkatan atau pengembalian dana dalam waktu dua tahun.

"Nah, itu kita tidak sepakat. Sempat terjadi adu argumen antara bapak-bapak calon jemaah tadi, dengan owner. Makanya lalu dibawa ke Polda," tukasnya.

Awalnya, Hanania Travel menggunakan alasan konflik timur tengah antara Iran dan Amerika Serikat untuk meredam kemarahan korban.

Baca juga: Direktur Travel Hananiah Diseret Calon Jemaah ke Polda Metro Jaya Buntut Dugaan Penipuan Umrah

Namun, setelah ditelusuri pihak travel menggunakan skema gali lubang tutup lubang.

Uang dari jemaah yang baru mendaftar tidak dibelikan tiket pesawat maupun hotel untuk jemaah tersebut, melainkan dipakai untuk memberangkatkan jemaah kloter sebelumnya yang tertunda.

Korban lain, Joko Setyo, mengaku telah membayar Rp60 juta untuk dua orang.

"Ya, promonya menarik dan secara cost memang murah ya dengan angka yang mereka tawarkan," bebernya, Jumat (29/5/2026).

Paket perjalanan yang ditawarkan seharga Rp 30 juta-35 juta sudah termasuk wisata ke Dubai.

"Ya dengan paket segitu plus Dubai sih memang low price lah ya," tuturnya.

Ia seharusnya diberangkatkan Maret 2026, namun hingga kini belum mendapat kejelasan.

Di hadapan para korban, tersangka membuat pernyataan sanggup mengembalikan uang calon jemaah.

"Tadi sebenarnya sebelum kita buat LP, kita sudah banyak diskusi ya sama Farhan. Akhirnya Farhan tidak berhasil meyakinkan kami selaku jemaah bahwa proses itu, refund itu, bisa dilakukan" jelasnya.

Dalam proses mediasi terungkap bahwa total kerugian yang dialami para korban mencapai sekitar Rp 60 miliar.

"Memang kekacauan ini sebenarnya terjadi bahkan sudah terjadi di 2025. Dia ada miss keuangan di internalnya Hanania sendiri," ucapnya.

Sebagian artikel telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bos Hanania Travel Jadi Tersangka Penipuan Umrah, Kini Mendekam di Penjara

(Tribunnews.com, Rinanda/Salma/ Mohay) (TribunJakarta.com/Annas)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas