Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Monkey Rude Bicara Makna Musik di Gelombang Lokal 2026

Band Monkey Rude mencuri perhatian dalam gelaran Gelombang Lokal 2026, ruang pertemuan berbagai karya dan komunitas musik di Kota Malang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Monkey Rude Bicara Makna Musik di Gelombang Lokal 2026
Dok Pribadi
MONKEY RUDE - Grup band Monkey Rude curi perhatian lewat aksinya di Gelombang Lokal 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Pada penampilannya di Gelombang Lokal 2026, Monkey Rude membawakan lagu berjudul Jangan Harap.
  • Bagi personel Monkey Rude, acara tersebut bukan sekadar panggung musik, melainkan ruang pertemuan bagi berbagai komunitas kreatif yang saling mendukung satu sama lain.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band Monkey Rude mencuri perhatian dalam gelaran Gelombang Lokal 2026. Acara tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai karya dan komunitas musik di Kota Malang.

Sejumlah musisi lokal hingga nasional hadir, sekaligus membuka kesempatan bagi talenta daerah untuk tampil melalui program Band Submission.

Dari puluhan peserta yang mengikuti proses seleksi, Monkey Rude mencuri perhatian dan masuk dalam jajaran tiga besar Band Submission Gelombang Lokal 2026 bersama Merah dan Silly Fragments.

Bagi band ska reggae asal Malang Timur tersebut, pencapaian itu menjadi bagian dari perjalanan panjang yang telah mereka tempuh selama lebih dari satu dekade berkarya di skena musik independen Kota Malang.

Baca juga: Ekonomi Lagi Seret, Band Ungu Pilih Efisiensi Internal ketimbang Menaikkan Tarif Panggung

Berawal dari kebiasaan berkumpul dan bermain musik bersama di sebuah studio kecil dekat rumah, Monkey Rude kini menjelma menjadi band yang tetap konsisten menjaga semangat berkarya sejak terbentuk pada 2012.

"Bagi kami, musik bukan hanya soal tampil di atas panggung. Musik adalah warisan yang ingin kami tinggalkan untuk anak dan cucu kami kelak," ucap Indrajid vokalis Monkey Rude dalam siaran pers yang diterima Tribunnews, Rabu (10/6/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena itu kami berteguh pada satu komitmen untuk tetap nge-band dan terus berkarya," ujarnya.

Pada penampilannya di Gelombang Lokal 2026, Monkey Rude membawakan lagu berjudul Jangan Harap.

Lagu tersebut mengangkat tema pengkhianatan dalam hubungan dan menggambarkan rasa kehilangan kepercayaan yang dialami seseorang terhadap orang yang dicintainya.

"Lagu ini kami dedikasikan untuk wong kalahan, mereka yang pernah terluka karena pengkhianatan. Cinta yang begitu dalam bisa hilang seketika ketika kepercayaan itu dirusak," bebernya. 

"Seperti cawan yang pecah, mungkin bisa diperbaiki, tetapi tidak akan pernah kembali sama seperti sebelumnya," kata Indrajid.

Kesempatan tampil di Gelombang Lokal juga meninggalkan kesan tersendiri bagi Monkey Rude

Menurut mereka, acara tersebut bukan sekadar panggung musik, melainkan ruang pertemuan bagi berbagai komunitas kreatif yang saling mendukung satu sama lain.

"Senang sekali bisa menjadi bagian dari Gelombang Lokal 2026. Acara ini memberikan ruang yang sangat baik bagi musisi lokal untuk bertemu, berbagi karya, dan memperkenalkan musik mereka kepada audiens yang lebih luas," terangnya.

"Energi yang kami rasakan sepanjang acara sangat positif dan penuh dukungan," lanjut vokalis Monkey Rude itu.

Tak hanya menyajikan pertunjukan musik, Gelombang Lokal 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas kreatif seperti Talkshow with Curator dan Zine Showcase. 

Beragam kegiatan tersebut mempertemukan musisi, kreator, komunitas, hingga penikmat musik dalam satu ruang kolaborasi.

Indrajid menilai kehadiran acara seperti Gelombang Lokal memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem musik independen di Kota Malang yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

"Gelombang musik di Malang sekarang berkembang sangat pesat. Banyak musisi muda dengan ide-ide segar dan karakter yang kuat. Kota Malang dari dulu selalu menjadi wadah bagi semua kalangan untuk berkarya, dan Gelombang Lokal menjadi salah satu contoh bagaimana komunitas bisa menciptakan ruang yang sehat untuk tumbuh bersama," ujarnya.

Sebagai band yang telah melewati berbagai fase perkembangan skena musik Malang selama lebih dari 10 tahun, Monkey Rude juga menitipkan pesan kepada generasi baru musisi lokal agar tidak pernah berhenti berkarya.

Menutup partisipasinya di Gelombang Lokal 2026, Monkey Rude berharap acara tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi rumah bagi lebih banyak musisi lokal untuk menunjukkan karya terbaik mereka.

Melalui penampilannya di Gelombang Lokal 2026, Monkey Rude kembali menegaskan bahwa ska reggae bagi mereka bukan sekadar genre musik. 

Lebih dari itu, musik adalah semangat kebersamaan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari sudut timur Malang, mereka pun bertekad menjaga nyala semangat tersebut tetap hidup.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas