Hotman Paris Dukung Ruben Onsu Gugat Sarwendah, Minta Hak Asuh Anak Sepenuhnya
Hotman Paris mendukung Ruben Onsu menggugat perubahan hak asuh jika memiliki bukti kuat adanya pelanggaran kesepakatan.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Salma Fenty
Selain itu, ia juga menilai penting untuk membuktikan apakah benar terdapat pelanggaran terhadap putusan pengadilan yang mengatur soal pengasuhan anak dan pembagian waktu pertemuan.
"Dan dia harus buktikan apakah melanggar putusan pengadilan tentang pengasuhan, pembagian waktu dan sebagainya."
Bagi Hotman, keberhasilan gugatan tidak ditentukan oleh opini publik, melainkan oleh bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Karena itu, ia menekankan bahwa langkah hukum sebaiknya ditempuh hanya jika pihak yang menggugat memiliki dasar yang kuat.
"Harus gugat kalau punya bukti cukup kuat," pungkasnya.
Komnas Anak Soroti Aksi Sarwendah yang Diduga Persulit Ruben Onsu, Singgung Rebut Hak Asuh
Tak hanya Hotman Paris, perselisihan Ruben dan Sarwendah juga turut mendapat perhatian dari Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Agustinus Sirait.
Menurutnya, persoalan hubungan anak dengan orang tua pasca-perceraian tidak boleh dikaitkan dengan konflik lain yang terjadi antara mantan pasangan suami istri.
Agustinus menegaskan bahwa tindakan menghalangi atau mempersulit pertemuan anak dengan salah satu orang tuanya tidak dibenarkan.
"Itu enggak boleh (dipersulit bertemu anak) ya," ujar Agustinus Sirait, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Kamis (11/6/2026).
Ia kemudian mengingatkan bahwa hak anak untuk mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
"Dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 14 Nomor 35 Tahun 2014, di situ disebutkan anak harus mendapatkan kasih sayang yang utuh walaupun ayah dan ibunya sudah berpisah atau bercerai."
Menurut Agustinus, aturan tersebut tidak memberikan syarat tertentu yang dapat dijadikan alasan untuk membatasi hubungan anak dengan salah satu orang tuanya.
"Di situ tidak pernah disebutkan atau dituliskan syaratnya seperti apa. Apakah harus memberikan nafkah batin?," beber Agus.
Ia kembali menekankan bahwa kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil oleh orang tua yang telah berpisah.
Baca juga: Komnas Anak Soroti Aksi Sarwendah yang Diduga Persulit Ruben Onsu, Singgung Rebut Hak Asuh
"Anak harus mendapatkan kasih sayang yang utuh. Jadi tidak boleh ada salah satu pihak yang membatasi atau memblok untuk bertemu dengan anak seperti itu."