Raffi Ahmad Hadapi Polemik Blueray, Doa Sang Ibu Jadi Penguat
Raffi Ahmad mengaku tengah terseret dalam polemik kasus Blueray. Suami Nagita Slavina ini mengaku mendapat dukungan dan doa sang mama.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
Ringkasan Berita:
- Raffi Ahmad mengaku tengah terseret dalam polemik kasus Blueray.
- Suami Nagita Slavina ini mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga menghadapinya.
- Doa sang ibu, Amy Qanita menjadi penguat Raffi Ahmad.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Raffi Ahmad mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga setelah namanya terseret dalam polemik kasus Blueray.
Presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden itu mengatakan sang ibu, Amy Qanita terus memberikan doa dan dukungan.
Baca juga: Buat Raffi Ahmad Nangis di Padang Arafah, Amy Qanita Minta Didoakan Meninggal dalam Keadaan Baik
"Ya dengar kayak begini pasti ibu saya selalu mengirimkan doa setiap hari, telepon gimana-gimana," kata Raffi Ahmad saat konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Raffi mengungkapkan keluarganya tidak terlalu terkejut dengan isu yang beredar karena mengetahui fakta yang sebenarnya. Termasuk sang istri, Nagita Slavina.
"Ibu saya selalu bilang siapa pun yang menyakiti kamu, sebelum dia minta maaf, maafkan dia duluan biar nanti tangan Allah yang bekerja," ujarnya.
Pesan tersebut kemudian menjadi landasan bagi Raffi untuk menghadapi masalah yang ada.
Namun demikian, Raffi menegaskan masalah ini harus segera diluruskan untuk mencegah opini publik yang negatif terhadap dirinya, begitupun posisinya saat ini sebagai Utusan Khusus Presiden.
"Saya harus meluruskan dan menjelaskan semuanya dengan setegas-tegasnya," pungkas Raffi.
Jejak kasus Blueray dan barang titipan Raffi Ahmad
Sebelumnya, nama Raffi Ahmad disebut dalam persidangan kasus dugaan suap yang melibatkan Blueray Cargo Group.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Taufik Ahmad Husein, mengungkap adanya fakta mengenai penitipan barang elektronik kepada pihak perusahaan tersebut.
"Betul, ada fakta saudara RA itu menitip," ujar Taufik Ahmad Husein di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, KPK menegaskan temuan tersebut belum dikembangkan ke tahap penyidikan lebih lanjut karena belum ditemukan fakta yang mengarah pada dugaan penyelundupan.
"Tapi kami waktu itu belum sampai kepada mengarah bahwa itu penyelundupan karena ini hanya sekitar ada dua unit mungkin yang dititipkan, laptop mungkin, karena ada perkenalan atau siapa," jelas Taufik.
Menurut KPK, fakta yang ditemukan saat itu belum cukup kuat untuk mengaitkan Raffi Ahmad dengan rangkaian peristiwa yang sedang ditangani penyidik.
Awal perkenalan Raffi Ahmad dan Blueray
Didampingi Kuasa Hukumnya, Hotman Paris Hutapea, Raffi Ahmad menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan bisnis maupun transaksi apa pun dengan perusahaan tersebut.
Raffi Ahmad mengaku kala itu baru menyelesaikan agenda maraton di Chicago dan menyempatkan diri mengunjungi sejumlah usaha milik warga Indonesia di New York.
"Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading foto dong sama saya. Loh iya ya sudah kami foto. Di depan tokonya. Tidak masuk ke dalam," kata Raffi Ahmad dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Menurut Raffi, saat itu dirinya bersama beberapa rekan artis diantaranya Gading Marten, Ariel NOAH, hingga Desta sedang mengunjungi restoran dan usaha milik diaspora Indonesia seperti Awang Kitchen dan Indo Java.
Kebetulan lokasi toko Blueray berada berdekatan dengan tempat yang mereka datangi.
Ayah tiga anak itu mengatakan, sejumlah orang yang berada di toko tersebut kemudian mengajaknya berfoto dan memperkenalkan usaha mereka.
"Mas Raffi, perusahaan kami ini Blueray ini kita bisa kirimin apa pun itu. Mau handphone, mau laptop, mau iPad, mau ini, mau itu. Hanya sebatas itu. Intinya saya basa-basi," ujarnya.
Raffi menegaskan bahwa percakapan tersebut tidak pernah berlanjut ke tahap transaksi.
Suami dari Nagita Slavina itu bahkan membantah pernah membeli, memesan, maupun menerima kiriman barang dari perusahaan tersebut.
"Saya tidak ada nomor telepon mereka. Tidak pernah terima kiriman apa pun. Memesan pun secara transaksional pun nggak," tegasnya.
Raffi menilai interaksi singkat yang terjadi di depan toko itu merupakan hal lumrah yang sering dialami figur publik ketika bertemu masyarakat Indonesia di luar negeri.
Karena itu, ia mengaku terkejut ketika pertemuan yang hanya berlangsung beberapa menit tersebut kemudian dikaitkan dengan perkara hukum yang kini bergulir di Lampung.
Sementara itu, Hotman Paris menduga penyebutan nama Raffi dalam perkara tersebut kemungkinan berkaitan dengan pencatutan nama figur publik oleh pihak tertentu untuk kepentingan promosi atau bisnis.
Menurut Hotman, kliennya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam aktivitas perusahaan yang kini tengah menjadi sorotan aparat penegak hukum tersebut.
"Kalau hanya foto dan basa-basi di depan toko, itu tidak bisa dijadikan dasar bahwa seseorang terlibat dalam kegiatan bisnis atau transaksi perusahaan tersebut," ujar Hotman.
Lapor Istana
Di sisi lain, Raffi mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pejabat negara setelah namanya ramai dikaitkan dengan kasus dugaan penyelundupan barang impor yang melibatkan Blueray Cargo Group.
Raffi Ahmad mengatakan dirinya telah melapor dan meminta arahan kepada pihak Istana hingga pimpinan DPR.
"Yang pertama saya sudah berkomunikasi sama pihak Istana, sama Pak Teddy, Pak Seskab. Saya juga berbicara kepada pimpinan DPR Pak Dasco," kata Raffi.
Langkah tersebut dilakukan karena dirinya saat ini mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden.
Ia merasa perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar isu yang berkembang tidak berdampak pada institusi yang menaunginya.
"Karena sekarang saya ada kepercayaan dan amanah dari negara. Jadi saya harus meluruskan dengan benar sebenar-benarnya," ujar Raffi.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.