The Ubud 4 dari Bali Surfers Perfume: Perpaduan Manis Vanilla dan Segarnya Apel yang Mendunia
The Ubud 4 yang diperkenalkan oleh Bali Surfers Perfume (BSP) menonjolkan perpaduan antara profil Apple, Vanilla, dan Woody.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Industri parfum kini tidak lagi sekadar menghadirkan produk wangi, tetapi juga menjadi sarana untuk menceritakan suasana dan karakter sebuah tempat. Aroma dikenal mampu memicu ingatan dan emosi, sehingga banyak pembuat parfum memanfaatkan unsur alam untuk menghadirkan pengalaman tertentu. Dari sini, parfum membangun hubungan emosional antara produk dan penggunanya.
Seiring itu, masyarakat mulai dikenalkan pada konsep dasar parfum, seperti notes yang membentuk karakter aroma. Perpaduan antara kesegaran buah, kehangatan rempah, dan kekuatan kayu berperan penting dalam menciptakan wangi yang seimbang dan tahan lama. Pemahaman ini membantu konsumen memilih parfum yang sesuai dengan kepribadian dan aktivitas sehari-hari.
Dalam perkembangannya, tren parfum modern mengarah pada aroma yang lebih kompleks namun tetap ringan digunakan. Eksplorasi bahan-bahan baru dilakukan untuk menghadirkan sensasi berbeda bagi penciuman. Kondisi ini mendorong industri parfum untuk terus berinovasi dan menghadirkan varian dengan karakter yang jelas di tengah persaingan pasar.
Salah satu terobosan terbaru dalam karakter aroma muncul melalui koleksi "The Ubud 4" yang diperkenalkan oleh Bali Surfers Perfume (BSP). Koleksi ini menonjolkan perpaduan antara profil Apple, Vanilla, dan Woody. Kehadiran aroma apel dalam varian ini merupakan sebuah langkah berani, mengingat nota buah tersebut memberikan dimensi kesegaran yang berbeda dari koleksi sebelumnya.
Enrico, Sales Manager Bali Surfers Perfume, menekankan bahwa penggunaan aroma apel ini adalah pembeda utama yang memberikan karakter unik. "Disini BSP memakai notes Apple dimana belum pernah ada di produk varian BSP sebelumnya," jelasnya. Kombinasi apel yang segar dengan sentuhan vanila yang manis serta dasar kayu yang maskulin menciptakan lapisan aroma yang dinamis namun tetap elegan untuk digunakan di berbagai kesempatan.
Pemilihan nama "Ubud" sendiri bukan tanpa alasan, melainkan sebuah penghormatan terhadap destinasi ikonis di Pulau Dewata. Dengan membawa karakter yang kuat, varian terbaru ini diharapkan mampu menyamai kesuksesan para pendahulunya yang telah menjadi favorit. “The Ubud 4 adalah varian terbaru dari varian The Ubud series. Harapan kami cukup tinggi, di mana Ubud merupakan salah satu destinasi terkenal di pulau Bali, dan varian The Ubud diharapkan juga bisa menyamai popularitas Ubud itu sendiri,” tambah Rico.
Baca juga: Bali Diincar Industri Parfum, Jadi Panggung Baru Wewangian Lokal untuk Tarik Wisatawan
Filosofi di balik kreasi ini adalah memberikan kepuasan maksimal dan pilihan yang lebih luas bagi para pecinta wewangian. Inovasi yang berkelanjutan menjadi kunci bagi brand untuk tetap relevan dan dicintai oleh pelanggannya. "Harapan dari BSP adalah kepuasan untuk para customer kami. Dengan adanya varian baru membuat BSP terus berkreasi di dalam membuat varian-varian baru dan juga untuk customer mendapatkan pilihan lain," papar Rico.
Bagi konsumen di tanah air, koleksi dengan karakter aroma segar ini akan segera bisa didapatkan secara daring maupun luring. Estimasi waktu rilis resmi untuk pasar Indonesia dijadwalkan akan berlangsung pada acara Jagat Aroma di Bandung pada tanggal 6 hingga 8 Maret 2026.
Sebagai bagian dari strategi globalnya, Bali Surfers Perfume secara istimewa telah melakukan peluncuran perdana (special launch) The Ubud 4 di ajang Aromania, sebuah festival wewangian internasional di Kuala Lumpur, Malaysia. Acara yang berlangsung pada 5-8 Februari 2026 di World Trade Centre (WTC) tersebut menjadi panggung internasional pertama bagi brand ini. "Kenapa kami memilih Kuala Lumpur sebagai lokasi special launch karena ini pertama kalinya BSP ikut event di luar Indonesia," pungkas Rico.
Baca tanpa iklan