KOI Sudah Naungi Equastrian Indonesia (Eqina)
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) melalui Ketua Bidang Sport and Law Haryo Yuniarto, Minggu (3/3/2013) siang ini
Editor:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) melalui Ketua Bidang Sport and Law Haryo Yuniarto, Minggu (3/3/2013) siang ini akan menyampaikan klarifikasi terkait adanya isu bahwa KOI disebut-sebut masih mempertimbangkan untuk menerima keanggotaan Equastrian Federasi of Indonesia (EFI).
Hal tersebut dianggap kontroversial karena KOI sebelumnya sudah menaungi Equastrian Indonesia (Eqina), yang tetap bernaung dalam PP Pordasi. Pada Rapat Umum Anggota atau RUA KONI yang digelar Rabu (27/2/2013) lalu di Hotel Peninsula, Jakarta, KOI menegaskan sikapnya untuk tetap tidak menerima EFI sebagai anggota baru KOI. Ini karena KOI sudah mewadahi Pordasi, yang menaungi equastrian.
Haryo Yuniarto menganggap perlu memberikan penjelasan terkait adanya isu tersebut karena bisa menimbulkan ketidak-nyamanan, khususnya bagi Eqina. Karena itulah, Haryo Minggu siang ini menyempatkan datang ke Arthayasa stable, Limo, Cinere, untuk mengklarifikasi isu yang berasal dari laporan EFI tersebut. Laporan EFI ini beredar luas melalui 'broadcast' email pasca RUA KOI.
Mengenai laporan dari EFI tersebut, kata Haryo Yuniarto, itu tidak benar dan tidak berdasar. Bahkan cenderung menyesatkan, karena memang tidak demikian yang sebenarnya terjadi.
"Justru karena hasil verifikasi dari Sport and Law KOI, maka EFI tidak layak menjadi anggota KOI karena telah ada PORDASI," ungkap Haryo.
Haryo menyampaikan penjelasannya dihadapan seluruh atlet, pelatih mau pun jajaran pembina dan pengurus dari klub-klub equastrian Indonesia yang tergabung dalam Eqina. Mereka sejak Jumat lalu memang tengah berhimpun di Arthayasa stable untuk mengikuti Kejuaraan AE Kawilarang. Haryo menyampaikan penjelasannya sebelum digelarnya nomor-nomor perlombaan terakhir dari kejuaraan yang dihelat oleh Eqina.
"Saya justru lebih senang kalau pengurus EFI ikut mendengarkan agar mereka bisa lebih memahami yang sebenarnya," tegas Haryo, yang semula berencana menyampaikan klarifikasi terkait 'klaim' EFI tersebut pada Minggu pagi.
'Klaim' EFI terkait kemungkinan KOI masih mempertimbangkan menerima mereka sebagai anggota baru, tertuang dalam laporan yang ditulis staf EFI dari RUA KOI. Namun, dari laporan EFI yang bocor ke kalangan wartawan, laporan tersebut memang bisa menimbulkan interpretasi lain dari keputusan yang ditetapkan pada RUA KOI karena subtansinya bertentangan.
Inti dari laporan sekretariat EFI tersebut adalah sebagai berikut:
Agenda rapat KOI itu membahas banyak hal, di antaranya masalah keuangan, program kerja dan lainnya. Termasuk di antara agenda-agenda tersebut adalah 'pembahasan penerimaan anggota baru dan pemberhentian anggota lama.
Berdasarkan paparan dari Sekjen KOI, Timbul Thomas Lubis, pasal 13 AD/ART KOI yang telah diajukan persetujuannya pada IOC di tahun 2010, itu mengatur macam-macam keanggotaan yang lingkupnya amat luas, dari olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade hingga ke jenis bidang olahraga lain maupun profesi penunjang olahraga. Oleh IOC, macam/jenis keanggotaan yang demikian luasnya harus diperbaiki berdasarkan pertemuan KOI dengan IOC di markas IOC baru-baru ini.
Menurut saran IOC, keanggotaan harus dibatasi pada setiap jenis olahraga yang dipertandingkan di events yang diakui oleh IOC, Olympic Committee of Asia dan South East Asia Games Federation. Di Asia khususnya sebagai informasi untuk anda, yang diakui sebagai events resmi adalah Asian Games, Asian Winter Games, Asian Indoor & Martial Games, Asian Beach Games dan Asian Youth Games.
Oleh sebab itulah, delegasi EFI (sdr. Prasetiono Sumiskum dan Fernando Manullang) memahami mengapa pengurus olahraga Vovinam diundang hadir dalam rapat tersebut. Padahal di Musornaslub KONI lalu di Bandung, Vovinam ditolak menjadi anggota karena kurang lengkap syarat administratifnya. Vovinam itu dipertandingkan di SEA Games.
Begitu pula pengurus olahraga Jet Boat (Jet Ski) diundang pula karena olahraga ini dipertandingkan di Asian Beach Games. Sementara cabang olahraga lain yang diterima sebagai anggota KONI bersama-sama dengan EFI, Vovinam dan Jet Boat, seperti Rugby dan Barongsai itu tidak diundang ke Rapat Anggota KOI kemarin karena cabang-cabang olahraga ini tidak dipertandingkan di level Olimpiade, Asia maupun Asia Tenggara.
Rapat Anggota KOI kemudian menyetujui untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) perubahan AD/ART khususnya pada pasal 13. Lalu memberikan batas waktu kerja selama 6 (enam) bulan semenjak Rapat Anggota KOI menyetujuinya. Dan setelah perubahan pasal 13 AD/ART itu dilakukan, seluruh cabang olahraga dan/atau pengurus besar yang terdaftar di KOI akan diverifikasi ulang; siapa yang dapat menjadi anggota, siapa yang masih boleh menjadi anggota dan siapa yang harus dikeluarkan dari keanggotaan KOI. Perlu digarisbawahi di sini, verifikasi ini diberlakukan tanpa syarat bagi setiap cabang olahraga, baik yang saat ini menjadi anggota KOI atau yang belum menjadi anggota KOI.