Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Sport

Seru, Final Kejurnas Pacuan 2014 di Tompaso

Puluhan kuda-kuda pacu tangguh dari berbagai perkumpulan dan daerah sudah sama-sama dipersiapkan untuk bersaing secara sportif

Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Seru, Final Kejurnas Pacuan 2014 di Tompaso
Tub
Munawir (kiri) dan Eddy Saddak, ketum PP Pordasi (kanan) 

TRIBUNNEWS, COM. JAKARTA - Gelaran partai final dari kejuaraan nasional pacuan kuda 2014, yang dilangsungkan Sabtu (8/11) ini di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Minahasa, Sulut, dipastikan akan berlangsung memikat, seru, dan mendebarkan.

Puluhan kuda-kuda pacu tangguh dari berbagai perkumpulan dan daerah sudah sama-sama dipersiapkan untuk bersaing secara sportif di arena yang sangat kompetitif, laga pamungkas final kejurnas ke-48 tahun 2014 seri II.

Kuda-kuda tangguh yang akan bertarung Sabtu itu merupakan yang lolos dari penjaringan berupa babak penyisihan kejurnas, yang digelar Minggu (2/11) di tempat sama.

Dari rangkaian babak penyisihan itu didapatkan kuda-kuda yang bakal berkompetisi lagi di babak final, yang memperebtkan medali, hadiah uang ratusan juta, dan piala juara umum.

Final kejurnas ke-48 tahun 2014 seri II ini bersifat antar-daerah. Dengan demikian, kuda-kuda yang berseteru mewakili daerah asalnya, yang selama ini menjadi tempat domisili klub-klub berkuda pacuan ternama.

Ada 15 daerah yang terwakilkan, yakni Sumbar, Riau, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Kalsel, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Sulsel, Sulbar, Sulteng, Maluku Utara, dan tuan rumah Sulut.

"Persebaran kekuatan lebih merata. Jadi, perebutan gelar juara di setiap kelas tetap ramai," komentar Ir. H.Munawir, Ketua Komisi Pacuan PP Pordasi.

BERITA REKOMENDASI

"Memang akan ketat, masing-masing punya kuda andalan," ungkap Mohammad Chaidir Saddak, Ketua Umum PP Pordasi.

Mohammad Chaidir Saddak dan H.M. Munawir akan bersaing keras dalam perebutan gelar juara umum. Eddy Saddak, sapaan akrab Ketum Pordasi itu, mewakili Jabar, sedangkan Munawir Jateng.

Sebagian besar kuda-kuda Jabar berasal dari klub Aragon, yang dimiliki Eddy Saddak, sementara kuda-kuda Jateng sebagian dari klub yang dimiliki Munawie, yakni Tombo Ati, disamping kuda-kuda tangguh dari Eclipse Stable, Solo.

"Jabar Kahiji," seru Eddy Saddak, melontarkan target yang diusung kuda-kuda Jabar. Artinya, kuda-kuda Jabar akan berjuang keras untuk menggapai piala juara umum. (tb)

KELAS-KELAS FINAL KEJURNAS PACUAN 2014
I. KELAS F-1000 METER
1.Padior Eclipse, Jateng, 2. Lindan, Jateng, 3. Putri Paso, Jateng,
4. Panama Eclipse, Jateng, 5. Dadiva (Grand Avega), Jabar, 6. Pangeran
Timur (Max Speed), DIY, 7. Ruben Bintang (Escada) Jateng, 8. Pangeran
Sukoi, Gorontalo, 9. Putra Sangkiki, Gorontalo, 10. Bintang Sagita,
Sulut


II. KELAS E-1200 METER
1. Laso Eclipse, Jateng, 2. Putra Sadewo, Jabar, 3. Lady Toronata,
DIY, 4. Memori Kasih, DKI, 5. Princess Olivia, Sulut, 6. Dewi
Karengetan, Sulut, 7. Transkusad, Sulut

III. KELAS D SPRINT-1000 METER
1.Singosari Ayu, Jateng, 2. Timo Eclipse, Jateng, 3. Little Mister,
Jabar, 4. Lady Bionic, Jabar, 5. Jurgen Boy, DKI, 6. Ratu Pantes, DKI,
7. Saratoga (Putri Inri), DIY, 8. Vasung, Sulut, 9. Royal Princess,
Sulut, 10. Sinyo Tontemboan, Sulut, 11. Karema (Vanila Sky), Sulut,
12. Indrajid, Gorontalo

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas