Tim Putri Vobgard Jakarta Masih Berpeluang Sambar Posisi Dua
aik putri Vobgard Jakarta dan JWS Minahasa Sulut masih berupaya untuk mengejar perolehan poin tim voli tuan rumah Putri Banyuwangi yang belum terkalah
Penulis: Murtopo
Editor: Dewi Pratiwi
Laporan Wartawan Harian Super Ball, Murtopo
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Tim voli putri Vobgard Jakarta dan JWS Minahasa Sulut masih berpeluang untuk mengamankan posisi kedua papan klasemen Kejurnas Bola Voli Antar klub PGN Livoli 2014. Kedua tim tersebut sama-sama memperoleh tujuh poin. Jika menang 3-0 atau 3-1 maka tim yang lolos akan dihitung melalui rata-rata set dari keempat tim yang sama-sama mendapat nilai 10.
Vobgard Jakarta harus meraih kemenangan besar atas Vita Solo pada pertandingan Jumat (7/11/2014) ini jika ingin mengamankan posisi kedua. Sementara JWS Minahasa Sulut akan berhadapan dengan Putri Banyuwangi, Sabtu (8/11/2014). Baik putri Vobgard Jakarta dan JWS Minahasa Sulut masih berupaya untuk mengejar perolehan poin tim voli tuan rumah Putri Banyuwangi yang belum terkalahkan dari empat laga dalam lanjutan Kejurnas Bola Voli Antarklub tersebut.
Sementara itu di laga keempat yang digelar di GOR Tawang Alun Banyuwangi, tim Banyuwangi mengalahkan tim Vita Solo dengan skor 3-2 (25-18, 23-25, 16-25, 25-22, 15-12). Kedua tim tersebut saat ini sama-sama mengumpulkan nilai 10 di posisi pertama dan kedua klasemen sementara. Sementara posisi untuk lolos ke final dan sama-sama promosi ke Livoli Divisi Utama 2015, masih ditentukan pada pertandingan terakhir masing-masing tim.
Jika mampu mencuri dua set saja, baik tuan rumah maupun Vita, maka kedua tim dipastikan promosi ke Livoli Divisi Utama 2015. "Anak-anak terlalu tegang pada set kedua dan ketiga," kata pelatih Putri Banyuwangi, Takdir Ali.
Sementara, pelatih Vita Solo, Agus Suyanto mengakui kalau timnya tampil di bawah form. Hal itu karena dua pemain intinya, Dian Septi Fadillah dan Dety Fitriana sehari sebelum pertandingan pada Rabu lalu mengalami sakit dan sempat dibawa ke dokter.
"Karena dua pemain sakit itu membuat penampilan anak-anak jadi tidak seperti biasa," ujar Agus Suyanto.