10 Crosser Indonesia Disiapkan Terjun di Seri Motocross Dunia
Ini untuk pertama kalinya kembali bagi Indonesia terpilih menjadi tuan rumah setelah 20 tahun yang lalu.
Editor:
Ravianto
Laporan Wartawa SuperBall.id, Mochamad Hary Prasetya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Imam Nahrawi, sudah menyiapkan 10 crosser terbaik di Indonesia untuk berlaga di Motorcross dunia.
Ajang bergengsi di dunia balap itu akan dihelat di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 4-5 Maret 2017.
Ini untuk pertama kalinya kembali bagi Indonesia terpilih menjadi tuan rumah setelah 20 tahun yang lalu.
Bukan hanya tahun ini saja Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah, tetapi juga sampai 2019.
Untuk menyambut ajang yang akan bergulir sebentar lagi itu, Imam sudah menyiapkan 10 crosser yang tergabung dalam Tim Merah Putih.
10 Crosser ini merupakan nama-nama terbaik yang dimiliki oleh Indonesia
Crosser Indonesia akan tergabung dalam Tim Merah Putih terdiri sejumlah daerah seperti, Sulawesi Utara, Papua, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.
Tidak hanya laki-laki saja, tetapi terdapat juga perempuan yang akan bertarung di lintasan balap.
“10 crosser terbaik itu akan tampil di MXGP Pangkal Pinang melalui jalur 'wild card'. Mereka akan menjadi local hero," kata Imam di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017).
"Apalagi selain kejuaraan dunia motocross MXGP juga berlangsungMXGP Women seri pertama. Maka kami akan men-support para crosser ini dari segi pendanaan, agar bisa tampil maksimal,” sambungnya.
Tim Merah Putih (wild card riders) yang telah disetujui oleh Sadikin Aksa selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) membutuhkan dukungan dari masing-masing pengurus provinsi IMI daerah crosser tersebut berasal agar bisa tampil terbaik di MXGP Pangkalpinang.
Menarik, karena kejuaraan MXGP juga memperlombakan crosserwanita.
Namun MXGP juga memberi kesempatan pada crosser wanita yang ingin ambil bagian dengan dibukanya kelas khusus wanita yang diberi nama WMX (Women’s Motocross Championship).
"Saya ingin selepas ini mereka harus melakukan sesi latihan secara intensif agar bisa bersaing dengan crosser-crosser di dunia," kata Imam.(*)