Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Remaja ini Berjuang Demi Ikut Kompetisi Tinju di AS, Curhatannya Bikin Terharu

Mengenakan baju lengan panjang, legging dan tak lupa kepalanya dibalut dengan hijab, begitulah kostumnya saat berlatih tinju.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Remaja ini Berjuang Demi Ikut Kompetisi Tinju di AS, Curhatannya Bikin Terharu
Istimewa
amaiya Zafar 

TRIBUNTRAVEL.COM/Apriani Alva

TRIBUNNEWS.COM - Setelah bertahun-tahun mengikuti kejuaraan tinju amatir, akhirnya perjuangan perempuan berhijab ini membuahkan hasil.

Perjuangan tersebut tak sebatas menempa diri sendiri untuk memenangkan kejuaraan tinju, tapi juga memperjuangkan hak atas kebebasan mengenakan hijab dalam pertandingan.

Adalah Amaiya Zafar, remaja 16 tahun yang berasal dari Oakdale, Amerika Serikat yang telah menghabiskan waktu dan tenaga demi menuntut haknya untu berpartisipasi dalam kompetisi USA Boxing.

Mengenakan baju lengan panjang, legging dan tak lupa kepalanya dibalut dengan hijab, begitulah kostumnya saat berlatih tinju.

Perjuangan memang belum berakhir, namun kabar mengenai namanya yang masuk dalam daftar pertandingan tinju kompetitif tentu jadi penyemangat untuknya.

Kini ia akan tampil untuk pertama kalinya dalam pertandingan tinjun pada 29 April mendatang.

Rekomendasi Untuk Anda

Kompetisi ini akan berlangsung di Richard Green Central Park School, Minneapolis, Amerika Serikat.

Awalnya, aturan pakaian ini dimaksudkan untuk melihat secara jelas seberapa parah cedera yang terjadi saat pertandingan.

Namun baru-baru ini aturan tersebut diubah yang memungkinkan kebebasan dalam menggunakan pakaian demi alasan agama.

amaiya Zafar
amaiya Zafar (Istimewa)

"Mengapa saya harus berkompromi kepada olahraga yang saya cintai, ini adalah hidup saya, saya pergi ke sasana setiap hari dan mengapa saya harus berkompromi pula dengan aturan agama saya," ucap Zafar pada WCCO, seperti dikutip dari laman dailymail.co.uk.

Beberapa waktu yang lalu, Michael Martino direktur eksekutif USA Boxing mengayakan Zafar bisa bergabung dalam kompetisi ini dengan memakai hijab dan legging.

Ia berpendapat kalau aturan yang lalu dipandang kurang adil untuk para petinju lainnya.

"Kita memiliki 30 ribu petinju amatir di Amerika Serikat. Jadi kalau kamu hanya mengijinkan satu agama dalam sebuah grup, lalu jika yang lain datang dan berkata kita memiliki seragam yang berbeda untuk dikenakan? Lalu kamu akan membatasi daerah," ucap direktur eksekutif USA Boxing.

Di bulan November lalu, Zafar menjadi berita utama ketika namanya dibatalkan bertanding di Kissimmee, Florida karena jilbabnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas