Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Belajar Ikhlas dan Pantang Menyerah dari Atlet Difabel Voli Duduk Nina Gusmita

Sepulangnya dari latihan voli, Nina Gusmita yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan hingga akhirnya merenggut kaki kanannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Majid
Editor: Sapto Nugroho
zoom-in Belajar Ikhlas dan Pantang Menyerah dari Atlet Difabel Voli Duduk Nina Gusmita
Tribunnews/Abdul Majid
Senyum ceria paralympian voli duduk Indonesia, Nina Gusmita saat ditemui di arena pelatnas Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Selama 18 tahun, Nina Gusmita menikmati hidup dengan kesempurnaan raga.

Namun, suatu ketika, ia yang kala itu menjadi atlet junior di sebuah klub bola voli di Medan, Sumatera Utara, harus merelakan kehilangan bagian tubuhnya.

Insiden itu terjadi dua tahun silam, 2016.

Sepulangnya dari latihan voli, Nina Gusmita yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan hingga akhirnya merenggut kaki kanannya.

Baca: Cerita M Fadli Semangati Jakkrit Sawangswa, Pebalap Thailand yang Membuat Kakinya Diamputasi

“Kejadian itu waktu umur saya 18 tahun, dua tahun lalu. Pas saya balik latihan, malamnya naik motor sendirian, ya di situlah kejadiannya,” cerita Nina Gusmita kepada Tribunnews seusai menjalani latihan voli duduk di Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/9/2018).

Setelah kejadian itu, Nina Gusmita mengaku tidak terlalu menyesal.

Rekomendasi Untuk Anda

Dukungan keluarga dan teman-temannya untuk terus bangkit menjadi penyemangat wanita kelahiran Medan tersebut.

Baca: Kisah M Fadli: Pebalap Motor yang Kehilangan Kaki Kirinya dan Kini jadi Atlet Para Cycling Indonesia

“Waktu itu merasa depresi karena mungkin banyak teman-teman dan orang tua yang suport juga, jadi tidak terlalu down banget,” kata Nina Gusmita.

Bahkan, ketika masih terbaring di rumah sakit pascaoperasi, Nina Gusmita mengaku diajak oleh salah satu penjaga rumah sakit yang berkerja di bagian difabel untuk masuk ke tim voli duduk.

“Ketika di rumah sakit ada pengurus yang kerja dibagian difabel gitu, dia bilang tidak usah malu kalau kaya gini, yang penting bisa olahraga, bisa berprestasi lagi. Ada kok wadahnya buat difabel, terus pelatnas bola voli katanya butuh pemain, karena awalnya saya atlet jadinya saya dipanggil buat ikut gabung,” papar Nina Gusmita.

Gambaran sifat tak kenal putus asa dan mengikhlaskan semua yang terjadi kepadanya pun sudah ia tanamkan pascaoperasi.

Ajakan itu pun membuat Nina Gusmita kembali bersemangat untuk turun menjadi atlet voli meski dengan cara yang berbeda.

“Saya di rumah sakit satu setengah bulan doang. Empat kali operasi jadinya pemulihan cuma tiga atau empat bulan, habis itu langsung kembali ke lapangan,” ujar paralympian yang mengagumi sosok atlet voli Wilda Siti Nurfadilah.

Kini, Nina Gusmita berada di pelatnas voli duduk Indonesia yang terpusat di Kota Solo.

Baca: Presiden Jokowi Tinjau Pelatnas Paralympian Indonesia: Bonus Atlet Sama seperti Asian Games 2018

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas