Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Program Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Mendekati Tahap Akhir

Total 100 peserta 85 persen sudah memulai wirausaha seperti diutarakan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora.

Program Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Mendekati Tahap Akhir
Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh (depan) 

TRIBUNNEWS.COM - Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh, menerangkan jika dari total 100 peserta 85 persen sudah memulai wirausaha.

"Ini tentu menjadi kabar baik dimana akan mucul wirausahawan muda Indonesia yang akan menjadi kemandirian kita sebagai bangsa dan melahirkan anak-anak muda yang sukses di bidangnya masing masing seperti Nadim (Makarim/CEO Go-Jek), Ahmad (Zaky/CEO Bukalapak) dan Jack Ma (Pendiri Alibaba) baru yang terlahir dari program kewirausahaan pemuda Kemenpora," katanya di ruang Teater Wisma Kemenpora, Kamis (18/10/2018).

Diketahui Kemenpora adalah kementerian yang berada dibawah koordinasi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani."Para peserta terlihat sangat antusias, optimis dan berinovasi yang luar biasa yang terlihat dari produk-produk yang dipoles dengan kekinian sehingga bisnis yang mereka geluti sangat prospektif," inbuhnya.

Secara khusus, dikatakannya lagi, telah menyampaikan bahwa setelah para peserta memulai, masih ada hal yang perlu untuk terus dijaga dan menjadi fondasi di dalam pengembangan wirausaha yang dilakukan.

Pertama, sambung Asrorun Niam, adalah soal kemampuan membaca peluang seiring dengan perubahan masyarakat yang begitu cepat jangan sampai lalai untuk belajar dan mengupdate perkembangan terbaru.

"Jangan sampai kita mengembangkan sesuatu berdasarkan hari ini, ternyata pada jadi esok itu sudah kadarluarsa."

Kedua, dalam paparanya lagi, adalah membangun kebersamaan, karena kesuksesan kita akan sangat terkait dengan kemampuan kita membangun kolaborasi dan kerja sama.

"Ketika kita ingin sukses harus bersama sama, tidak boleh merendahkan yang lain atau memonopoli kesuksesan itu. Sebab disitulah pentingnya jejaring, kolaborasi dan forum kepelatihan yang diikuti oleh seratus orang dari berbagai jenis dispilin wirausaha. Mereka bisa berjejaring bisa saling melengkapi dan bisa saling mendukung," ujarnya lagi

Ketiga, dijabarkan Asrorun Niam, adalah silaturahmi kesempatan untuk melakukan silahturahmi dengan berbagai media gathering, pelatihan-pelatihan dan yang terakhir soal menjaga kepercayaan. Tahap pertama dukungan fasilitasi yang berupa hibah Rp15 juta setiap orang bagi pelaku wirasaha muda peserta pelatihan yang sudah memulai, ini untuk kepentingan mempercepat kemandiriannya.

Jadi bila lembaga pembiayaan belum cukup percaya kepada kemampuan dia untuk membayar, nanti jika ada penyaluran pembiayaan dan inilah intervensi pemerintah untuk memberikan dukungan bagi pengembangan usaha mereka dengan pendekatan hibah," jelasnya.

Sedangkan tahap berikutnya adalah membangun jejaring dengan mengawinkan pelaku usaha yang sudah mapan model pencakokan, kloning atau kolaborasi.

Contohnya seperti pelaku wirausaha muda di bidang fashion dengan mengembangkan hijab for sport yang digunakan atlet-atlet pada Asian Games dan Asian Para Games 2018.

"Defia Rosmaniar sang peraih medali emas pertama Indonesia di ajang Asian Games 2018 yang menggunakan produk tersebut," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Reynas Abdila
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas