Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Sport

Profil Windy Cantika Aisyah, Penyumbang Emas SEA Games 2019 Gagal Ikut Olimpiade & Isu Jantung Bocor

Profil Windy Cantika Aisyah, Penyumbang Emas SEA Games 2019, Gagal Ikuti Olimpiade Remaja hingga Isu Jantung Bocor, Selasa (3/12/2019) Pukul 07.55 WIB

Penulis: Gigih
Editor: Sri Juliati
zoom-in Profil Windy Cantika Aisyah, Penyumbang Emas SEA Games 2019 Gagal Ikut Olimpiade & Isu Jantung Bocor
Tribunnews/Abdul Majid
Profil Windy Cantika Aisyah, Penyumbang Emas SEA Games 2019 Gagal Ikut Olimpiade & Isu Jantung Bocor 

TRIBUNNEWS.COM - Nama Windy Cantika Aisyah masuk dalam daftar atlet yang menyumbangkan medali emas dari cabang angkat besi.

Lifter muda ini sempat gagal mengikuti Olimpiade Remaja 2018 di Argentina karena diisukan ada masalah pada jantungnya.

Namun, Cantika berhasil membuktikan diri meraih medali di cabang olahraga angkat besi.

Dikutip Tribunnews dari Tribun Jabar, Ketua Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Barat, Maman Suryaman menyebut, Cantika seharusnya bisa mengikuti Olimpiade Remaja 2018, tapi mungkin belum nasibnya.

"Padahal targetnya saat itu meraih medali emas. Cantika dipulangkan selama satu bulan dari Pelatnas, dengan alasan jantung bocor."

"Tentu itu tidak teliti (itu salah) buktinya sekarang (menjadi juara SEA Games 2020)," ujar Maman.

Maman mengatakan, dengan dipulangkan dari Pelatnas, Cantika memiliki ambisi dan tekad kuat membuktikan.

Berita Rekomendasi

"Kalau punya penyakit jantung bocor, ya dari kecil dulu, tapi sampai sekarang tidak ada masalah," kata dia.

Maman menceritakan, sebetulnya ibunda dari Cantika merupakan atlet angkat besi.

Cantika mulai menggeluti angkat besi sejak kecil mengikuti kakaknya.

"Awalnya dia ikut-ikutan kakaknya, kelas 6 SD mulai dibina saya, ada pertandingan diikutkan dan saya ikutin tes PPLP saat dia SMP kelas satu dan dia masuk," ucap Maman.

Selama 5 tahun, kata Maman, Cantika sangat tekun berlatih dan dengan adanya PPLP, pembinaan atlet angkat besi sangat terbantu.

"Anak ini dibandingkan yang lain lebih tekun. Orang kuat bisa kalah sama yang tekun, contohnya batu ditetesi air terus-menerus," ujar dia.

Maman yang sudah mulai membina Cantika sejak kelas 6 SD mengaku hanya perantara.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas