Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Indonesia Masters 2020

Tumbang Dari Wakil Perancis, Praveen: Kalah di Sini Tidak Apa-apa, Goal Kami di Olimpiade

Penampilan Thom Gicquel/Delphine Delrue di Indonesia Masters ini memang mengesankan, sebelumnya mereka sukses mengalahkan unggulan keempat

Tumbang Dari Wakil Perancis, Praveen: Kalah di Sini Tidak Apa-apa, Goal Kami di Olimpiade
Dok: PBSI
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di luar dugaan takluk dari pasangan asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di luar dugaan takluk dari pasangan asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue.

Praveen/Melati kalah lewat rubber game dengan skor 21-19, 14-21 dan 21-18 pada babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Penampilan Thom Gicquel/Delphine Delrue di Indonesia Masters ini memang mengesankan, sebelumnya mereka sukses mengalahkan unggulan keempat, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Baca: Ribuan Aremania Padati Stadion Gajayana Lihat Latihan Perdana Arema FC: Penasaran Skuat Anyar

Baca: Sindiran Pedas Bobotoh Atas Bergabungnya Teja Paku Alam ke Persib Bandung

Baca: Persebaya Surabaya Masih Butuh Dua Pemain: Nama-Nama Ini Dikabarkan Jadi Incaran

Game terakhir disayangkan, padahal di awal kami memimpin jauh. Waktu poin 11 banyak bola mati sendiri, di poin 11 sampai 20 finishing-nya, mati sendiri di bola gampang, di poin kritis,” kata Melati.

“Lawan kan bukan unggulan, mereka main nothing to lose, yang penting mereka fight saja, padahal rangking berapa? Mereka main nggak ada beban, sedangkan kami main di kandang sendiri dan statusnya unggulan,” timpal Praveen.

Kekalahan ini menurut Praveen tidak terlalu masalah, lantaran dia dan Melati hanya ingin fokus di Olimpiade 2020 dan All England.

“Kalah di 500 dan 750 tidak apa-apa karena Tahun ini kami goal-nya di All England dan Olimpiade. Tapi kami banyak dapat pelajaran di Malaysia Masters dan Indonesia Masters,” ujar Praveen.

Usai mengikuti turnamen Indonesia Masters 2020, Praveen/Melati akan fokus ke turnamen All England 2020 yang akan dilangsungkan pada Maret mendatang dan Olimpiade Juli 2020.

Ikuti kami di
Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas