Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
Live
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

2 Rekor yang Bisa Diraih The Daddies dalam Turnamen Bulutangkis All England 2020

Turnamen bulutangkis tertua di dunia, All England musim kompetisi 2020 akan bergulir pada 11-15 Maret 2020 di Birmingham, Inggris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gigih
zoom-in 2 Rekor yang Bisa Diraih The Daddies dalam Turnamen Bulutangkis All England 2020
Twitter/INABadminton
Ilustrasi foto - 2 Rekor yang Bisa Diraih The Daddies (Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan) dalam Turnamen Bulutangkis All England 2020 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Turnamen bulutangkis tertua di dunia, All England musim kompetisi 2020 akan bergulir pada 11-15 Maret 2020 di Birmingham, Inggris.

Indonesia menurunkan 15 wakil diseluruh sektor, ganda campuran (4), ganda putri (2), ganda putra (4), tunggal putri (1), dan tunggal putra (4).

Hampir disetiap kompetisi dalam beberapa musim terakhir, ganda putra menjadi tumpuan perolehan medali bagi Indonesia.

Baca: Jadwal Lengkap All England 2020 Live Streaming TVRI, Indonesia Turunkan 15 Wakil

Seperti halnya musim lalu, ketika The Daddies julukan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi satu-satu peraih gelar All England 2019 setelah mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Whoi di partai puncak.

Tahun ini, The Daddies masih memiliki peluang untuk bisa memenangkan ajang bulutangkis level 1000 tersebut.

"Persiapan kami untuk Yonex All England 2020 hampir 100 persen. Sekarang fokusnya lebih pada pengkondisian dan menghindari cedera," ucap Hendra Setiawan dikutip dari situs BWF.

Sementara pasangan duetnya, Mohammad Ahsan berkata,"tujuan kami menikmati pertandingan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami tidak merasakan tertekan untuk menjadi juara. Kami akan mengambilnya selangkah demi selangkah," ujar Ahsan melanjutkan.

Jika unggulan dua dunia tersebut berhasil meraih trofi All England musim ini, catatan menarik bakal mereka bukukan.

Pertama, menjadi pasangan ganda putra kelima yang memenangkan All England secara berturut sejak era Open pada tahun 1980.

Pasangan ganda putra yang terakhir melakukannya tak lain adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya, unggulan satu dunia dari Indonesia.

Yang kedua, The Daddies bakal menyamai torehan ganda putra asal Cina, Li Yongbo/Tian Bingyi dan pemain Korea Ha tae Kwon.

Li Yongbo/Tian Bingyi memenangkan tiga gelar All England pada tahun 1987, 1988, dan 1991.

Sementara Ha Tae Kwon merasakan gelar All England dengan pasangan yang berbeda.

Tahun 1991 Ha Tae Kwon merasakannya bersama Kang Kyung Jin.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas