Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tontowi Ahmad Pensiun dari Bulutangkis

Susy Susanti: Setiap Atlet Punya Batas Waktu untuk Mengakhiri Kariernya, Tontowi Menyadari Hal Ini

Tontowi Ahmad menyatakan pensiun menyusul partnernya, Liliyana Natsir yang sudah lebih dulu pensiun pada awal tahun lalu.

Susy Susanti: Setiap Atlet Punya Batas Waktu untuk Mengakhiri Kariernya, Tontowi Menyadari Hal Ini
Tribunnews/DH Sapto Nugroho
Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti berpose usai diwawancarai Tribunnews terkait film Susi Susanti - Love All, di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019) siang. Film Susi Susanti - Love All akan mulai tayang di bioskop pada 24 Oktober 2019. Tribunnews/DH Sapto Nugroho 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pebulutangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad menyatakan pensiun menyusul partnernya, Liliyana Natsir yang sudah lebih dulu pensiun pada awal tahun lalu.

Tontowi hari ini menyatakan pensiun menjadi pebulutangkis. Hal itu ia sampaikan dalam surat yang ia tunjukkan ke Ketua Umum PP PBSI, Wiranto, Senin (18/4/2020).

Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow
Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow (Humas PBSI)

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti yang mengetahui hal tersebut menerima keputusan Tontowi untuk meniggalkan bulutangkis. 

Ia mengatakan bahwa fase gantung raket adalah momen yang pasti dilalui para pemain termasuk Tontowi.

“Tiap atlet pasti punya batas waktu untuk mengakhiri kariernya. Tontowi menyadari hal ini, setelah mempertimbangkan, melihat situasi dan kondisi, dia memutuskan untuk mundur selamanya dari bulutangkis,” kata Susy dalam rilis yang diterima Tribunnews, Senin (18/5/2020).

Pasangan anyar bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu mampu menunjukkan kualitasnya pada babak pertama Indonesia Masters 2020 di Istora Senaya, Jakarta, Selasa (14/1/2020).
Pasangan anyar bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu mampu menunjukkan kualitasnya pada babak pertama Indonesia Masters 2020 di Istora Senaya, Jakarta, Selasa (14/1/2020). (DOK: PBSI)

Mundurnya Tontowi tentunya menjadi kehilangan bagi tim pelatnas. Susy menilai sebagai atlet dengan segudang prestasi, Tontowi merupakan figur panutan bagi para juniornya di pelatnas.

“Tontowi adalah salah satu atlet terbaik di sektor ganda campuran. Dedikasi, disiplin dan komitmennya luar biasa. Ini yang membuat dia bisa meraih banyak gelar juara dan masuk dalam jajaran elit dunia,” ujaryanya.

Susy berharap semangat juang seorang Tontowi bisa menular ke atlet-atlet muda yang ada di pelatnas sehingga roda regenerasi di ganda campuran terus berjalan.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menunjukkan medali usai pertandingan melawan ganda campuran Cina Zheng Siwei/Huang Yaqiong pada pertandingan final turnamen Indonesia Masters 2019, di Istora Senayan Jakarta, Minggu (27/1/2019). Pada pertandingan tersebut Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal meraih gelar juara setelah kalah dengan skor 19-21 21-19 21-16. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menunjukkan medali usai pertandingan melawan ganda campuran Cina Zheng Siwei/Huang Yaqiong pada pertandingan final turnamen Indonesia Masters 2019, di Istora Senayan Jakarta, Minggu (27/1/2019). Pada pertandingan tersebut Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal meraih gelar juara setelah kalah dengan skor 19-21 21-19 21-16. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Seperti diketahui, bersama Liliyana, Tontowi merupakan andalan Indonesia di berbagai turnamen bulutangkis level dunia.

Tak hanya emas olimpiade, Tontowi/Liliyana juga merupakan Juara Dunia 2013 dan 2017. Mereka juga membuat sejarah dengan meraih gelar hat-trick di turnamen bergengsi All England pada tahun 2012, 2013 dan 2014. 

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas