Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BSANK Siap Menjawab Tantangan Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan Olahraga Indonesia

Prof Hari Amirullah Rachman merasa bersyukur Presiden Jokowi tidak memasukkan BSANK daftar 18 daftar lembaga yang dibubarkan.

BSANK Siap Menjawab Tantangan Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan Olahraga Indonesia
Dok. BSANK
BSANK Siap Menjawab Tantangan Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan Olahraga Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Standardisasi dan Akrediatasi Nasional Keolahragaan (BSANK), Prof Hari Amirullah Rachman merasa bersyukur Presiden Jokowi tidak memasukkan BSANK daftar 18 daftar lembaga yang dibubarkan.

Kini, BSANK harus siap menjawab tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan olahraga Indonesia saat menjadi tuan rumah PIala Dunia U-20 2021 dan Olimpiade 2032.

"BSANK merasa bersyukur tidak masuk dalam daftar 18 lembaga yang dibubarkan Presiden Jokowi. Kini, kita harus siap menjawab tantangan dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) keolahragaan dalam upaya menghadapi Piala Dunia U 20/2021 dan saat menjadi tuan rumah Olimpiade 2032," ungkap Hari Amirullah, Selasa (21/7/2020).

BSANK diakuinya harus bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah membuat keputusan bijaksana untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan keolahragaan Indonesia terutama menyongsong Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kini, tugas komisioner BSANK dan jajaran harus bersungguh-sungguh untuk menetapkan standarisasi semua intrumen terkait kualitas penyelenggaraan keolahragaan nasional dengan standar internasional," tutur Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Republik Indonesia (Apkori), Prof Joko Pekik Irianto yang dihubungi melalui telepon selular di tempat terpisah.

Menurut Hari Amirullah, BSANK akan memberikan sertifikasi bagi tenaga keolahragaan seperti pelatih, wasit/juri, instruktur, psikolog, biomekanis, maseur, paramedis, ahli gizi olahraga, dan fisiologis.

Begitu juga terhadap organisasi induk cabang olahraga (PB/PP), klub olahraga, lembaga diklat olahraga, kurikulum olahraga, penyelenggara olahraga (EO), sarana dan prasarana olahraga.

"Pembangunan kualitas tenaga keolahragaan itu sangat penting dalam upaya mendorong prestasi atlet nasional yang siap bersaing di kancah dunia. Tanpa, tenaga keolahragaan yang mumpuni maka akan sulit mewujudkan keinginan Indonesia meraih prestasi pada saat menjadi tuan rumah Olimpiade 2032," katanya.

Saat ini, kata Hari, BSANK telah melakukan akreditasi terhadap 15 PB/PP. Contohnya, cabor pencak silat, panjat tebing, bulutangkis dan angkat besi yang meraih medali pada Asian Games Jakarta 2018.

"PB IPSI, PP FTPI, PB PBSI dan PB PABBSI itu sudah terakreditasi sejak tahun 2017. Ke depan, kita akan melakukan akreditasi terhadap tenaga keolahragaan lainnya" selorohnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas