Tribun Sport

Lahan Kosong di Kolong Tol Becakayu di Cipinang Melayu Disulap Jadi Bike Park

Pilar Jati Bike Park ini akan menjadi satu-satunya taman bersepeda di tengah kota menggunakan media tanah

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Lahan Kosong di Kolong Tol Becakayu di Cipinang Melayu Disulap Jadi Bike Park
HandOut/Istimewa
Aksi seorang pesepeda melakukan lompatan di arena bike park di bawah kolong tol Becakayu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kolong tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur disulap menjadi taman bersepeda.

Ruang terbuka hijau (RTH) yang diberi nama Pilar Jati Bike Park ini akan menjadi satu-satunya taman bersepeda di tengah kota menggunakan media tanah (dirt) sebagai track.

"Di Jakarta ada beberapa bike park seperti di bawah fly over Pasar Rebo atau Pulo Mas, tapi di sana lintasannya menggunakan semen, di sini menggunakan tanah," kata Ketua Umum komunitas sepeda Roam UI, Adrian Bachrumsyah kepada media di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Pengerjaan Sudah 60 Persen, Warga Cipinang Melayu Bisa Rekreasi dan Olahraga di Pilar Jati Bike Park

Pria yang akrab disapa Oppa ini menceritakan, ide membuat bike park ini bermula dari keinginan warga Kelurahan Cipinang Melayu untuk memanfaatkan lahan kosong di bawah kolong tol Becakayu.

"Warga melihat di bawah tol Becakayu ada lahan luas, namun kerap dipakai parkir liar," kata dia.

Lalu RW setempat mengusulkan dibuat RTH dan taman. Gayung bersambut, Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mendorong RTH tersebut dibuat sebagai sarana untuk berolahraga. 

Dengan menggandeng ROAM UI dan Satharlan Bike Park, akhirnya disepakati dibangun taman bersepeda untuk BMX dan MTB.

Lihat: Foto-Foto Kolong Tol Becakayu di Cipinang Melayu Disulap Jadi Bike Park

"Setelah dilakukan pembicaraan antara ROAM UI dan lurah setempat, akhirnya izin pembangunan keluar dari kantor wali kota," kata dia. 

Menurut Oppa, tidak seperti RTH lain yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta menunjuk kontraktor dalam pembangunannya, Pilar Jati Bike Park digarap Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) dengan supervisi ROAM UI dalam pembuatan desain lintasan dan area bersepeda.

Baca juga: Waskita Karya Targetkan Divestasi Tol Becakayu Rampung Oktober 2020

Dia mengatakan, saat ini progres pembangunan sudah mencapai 40 persen, dan diharapkan rampung dalam tiga minggu ke depan. "Syarat bikin bike park ga harus biaya besar hingga Rp 500 juta, yang penting bahu membahu dengan warga," kata dia.

Menurut Oppa, warga sekitar akan diberdayakan dan dilatih menjadi marshal (pengawal dan penjaga bike park), termasuk cara merawat taman bersepeda. "Di bike park juga ada sebidang tanah, nantinya bisa dimanfaatkan warga untuk lahan parkir, jika di sini ada acara latihan BMX atau event lain, kita training warga sehingga memilki pengetahuan soal bike park," kata dia.

Dia mengatakan, Pilar Jati Bike Park akan menjadi sarana pembinaan atlet sepeda usia dini. "Semua yang datang dan latihan free ga bayar, RTH dibuka untuk umum, termausk bike park," kata Oppa.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas