Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

UFC

Daniel Cormier: Khabib Nurmagomedov Layak Dianggap 'GOAT', Rekor Tak Terkalahkan Alasannya

Khabib Nurmagomedov secara resmi memutuskan pensiun setelah kemenangan melawan Justin Gaethje dalam gelaran UFC edisi 254.

Daniel Cormier: Khabib Nurmagomedov Layak Dianggap 'GOAT', Rekor Tak Terkalahkan Alasannya
instagram/khabib_nurmagomedov
Sang juara UFC kelas ringan, Khabib Nurmagomedov 

TRIBUNNEWS.COM - Khabib Nurmagomedov secara resmi memutuskan pensiun setelah kemenangan melawan Justin Gaethje dalam gelaran UFC edisi 254.

Kemenangan melawan Gaethje membuat Khabib memiliki rekor sempurna berupa 29 laga tak terkalahkan dalam kariernya sebagai petarung UFC kelas ringan.

Hasil pertarungan kontra Gaethje secara tidak langsung juga membuat Khabib mempertahankan gelar untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Kegemilangan karier yang ditorehkan Khabib itu turut membuat rekan perjuangannya yakni Daniel Cormier merasa bangga.

Baca juga: Nasihat Khabib Nurmagomedov untuk Justin Gaethje Seusai Menangkan Duel UFC 254

Baca juga: Khabib Nurmagomedov Harus Lalui Neraka Sebelum Pertahankan Gelar pada UFC 254

Daniel Cormier bahkan tak sungkan menyebut Khabib sekarang berada pada tempat terbaik pada kelasnya seorang diri saja.

Lebih lanjut, Daniel Cormier menganggap Khabib sebagai salah satu petarung hebat yang pernah lahir dalam dunia MMA.

"Sangat terasa berbeda faktanya ketika ia pergi, kami harus mengakuinya, bukan karena ia memiliki karier terhebat dalam sejarah saja," ujar Cormier dilansir MMA Fighting.

"Ia adalah petarung terhebat (red;GOAT) yang pernah kami lihat, dia tidak membuat kesalahan juga,".

Baca juga: Tak Terkalahkan, Khabib Nurmagomedov Menangis Umumkan Pensiun dari UFC: Ini Pertandingan Terakhir

"Orang-orang akan berbicara bahwa Jon Jones tidak terkalahkan, yah dia melakukan hal itu, dia melakukan dengan situ naik turun kan? Khabib tidak pernah membuat kesalahan," akuinya.

Perdebatan perihal siapa sosok terbaik mungkin tidak akan benar-benar selesai mengingat itu menjadi argumen yang subjektif.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Drajat Sugiri
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas