Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Herry Iman Pierngadi Beri Penjelasan Soal Pemberitahuan Degradasi Wahyu Nayaka

Wahyu Nayaka kecewa dengan pemberitahuan degradasi yang dilakukan oleh Herry IP lewat telpon Whatsapp, 14 Desember 2020 lalu.

Herry Iman Pierngadi Beri Penjelasan Soal Pemberitahuan Degradasi Wahyu Nayaka
dok pribadi
Wahyu Nayaka, pebulu tangkis ganda putra yang didegradasi 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COMRafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wahyu Nayaka, pemain bulu tangkis spesialis ganda putra Indonesia, kecewa dengan pemberitahuan degradasi yang dilakukan oleh Herry IP lewat telpon Whatsapp, 14 Desember 2020 lalu.

Atlet kelahiran Lombok, Nusa Tenggara Barat tahun 1992, bahkan menyebut penyampaian degradasi yang dilakukan oleh pelatihnya tersebut tidak manusiawi, karena tidak disampaikan secara langsung, mengingat dirinya juga telah menganggap Herry IP layaknya orangtua.

Menganggapi kekecewaan mantan anak asuhnya, Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Indonesia, pun memberikan penjelasan.

"Kondisi kemarin kan lagi Covid ya. Tetapi sebelum itu, kalau tidak salah saya atau Aryono (asisten pelatih) sudah bicara secara langsung. Mungkin dianya lupa atau saya juga lupa. Kami pernah bicarakan meskipun tidak secara khusus," ujar Herry, Rabu (31/3/2021).

Lanjutnya, kala itu ia dan pengurus mengadakan rapat dimana dirinya harus memutuskan siapa yang akan didegradasi dan siapa yang akan promosi.

Dari hasil rapat itu, pelatih kelahiran 1962 ini pun langsung memberitahukan kepada Wahyu bahwa dirinya salah satu pemain yang didegradasi.

"Setelah keputusan ada, saya memang memberitahukannya lewat telpon. Kalau memang Wahyu merasa tidak puas, saya meminta maaf. Tetapi saya terus terang, daripada suratnya dikirimkan tanpa pemberitahuan awal, menurut saya jauh lebih baik memberitahukannya terlebih dulu lewat telpon," tambahnya.

Herry IP lantas menjelaskan kondisi kala itu, Wahyu tidak berada di asrama melainkan di rumah, dan kondisi Covid-19 sedang naik-naiknya, sehingga tidak memungkinkan bertatap muka. Alhasil ia memilih memberitahukan degradasi lewat telpon.

Herry pun mengerti dan memahami apa yang dirasakan oleh Wahyu, namun faktor situasilah mengapa dirinya memutuskan memberitahukan degradasi lewat telpon kepada Wahyu.

Sementara itu, untuk urusan surat menyurat degradasi dan promosi dilakukan oleh PBSI pusat kepada Pengprov PBSI lalu kepada klub-klub.

Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas