Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

NOC Indonesia Siap Cari Jalan Tengah untuk Eko Yuli Irawan dan PB PABSI

Masalah antara Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) dengan lifter nasional Eko Yuli Irawan mulai menemukan titik terang.

NOC Indonesia Siap Cari Jalan Tengah untuk Eko Yuli Irawan dan PB PABSI
Dok. NOC Indonesia
Eko Yuli Irawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masalah antara Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) dengan lifter nasional Eko Yuli Irawan mulai menemukan titik terang.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) bersedia memfasilitasi permintaan Eko demi memuluskan langkah Merah Putih merengkuh medali di Olimpiade 2020 Tokyo, 23 Juli-8Agustus.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Ferry Kono mengatakan bakal mengakomodir permintaan pelatih yang diajukan oleh Eko. Akhir Maret, Eko menyambangi kantor NOC Indonesia untuk meminta bantuan mendapat haknya tampil di Olimpiade
Tokyo serta memfasilitasi pemanggilan Lukman sebagai pelatihnya. Dalam kesempatan itu, NOC Indonesia juga menegur keras sikap Eko.

“Dalam minggu ini, NOC Indonesia akan mengirim surat undangan kepada Coach Lukman untuk membantu melatih Eko. Jika kemudian Eko menjalani latihan terpisah itu masalah teknis. Sebab, kita harus tahu Eko juga tetap ditangani dan mendapat program dari pelatih untuk persiapan menuju Olimpiade Tokyo,” ungkap Ferry, Kamis (8/4/2021).

Kesalahpahaman Eko dan PB PABSI sudah terjadi sejak Januari lalu. Puncaknya Eko memutuskan meninggalkan Pelatnas Kwini, Jakarta, saat tahu PB PABSI membatalkan komitmen untuk memanggil Lukman sebagai pelatihnya. Sementara, PB PABSI menilai memiliki pertimbangan sendiri untuk tidak memenuhi permintaan tersebut.

“Yang patut disyukuri berdasarkan koordinasi NOC Indonesia, PABSI, dan Eko disimpulkan memang selama ini tak ada yang dikeluarkan dari pelatnas. Eko juga sudah sepakat berlatih kembali,” ujar Ferry.

Lukman adalah pelatih yang mengantarkan Eko merebut medali perunggu di Olimpiade 2008 Beijing dan Olimpiade 2012 London. Saat ini, Lukman menjadi pelatih angkat besi Thailand. Namun, lifter Negeri Gajah Putih dipastikan tak akan
tampil di Olimpiade karena Federasi Angkat Besi Amatir Thailand (TAWA) sedang menjalani sanksi larangan bertanding hingga 7 Maret 2022.

Terkait pembiayaan, Ferry mengatakan NOC Indonesia bakal bergerak mencari sponsor guna memenuhi kebutuhan permintaan pelatih bagi Eko menuju Olimpiade Tokyo. Sebab, Eko harus segera fokus berlatih mengingat ia sudah dalam posisi aman turun di kelas 61 kg putra pada Olimpiade Tokyo nanti.

Dilansir di laman Fedrasi Angkat Besi Internasional (IWF) pada 8 April, Eko menempati ranking dua klasemen “Road to Tokyo” dengan 4.162,7503 poin dan total angkatan terbaik 317 kg. Ia terpaut tipis dari La Fabin (China) di puncak klasemen
dengan 4.387,4657 poin dan total angkatan terbaik 318 kg.

Perburuan poin “Road to Tokyo” cabang olahraga angkat besi ditutup 31 Mei dan hanya delapan lifter terbaik yang bisa tampil di Negeri Sakura. Dengan catatan, satu negara hanya boleh menurunkan satu lifter di setiap kelas.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas