Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

ONE Championship: Jessica Ramella Bicara Mengenai Strateginya di The Apprentice

ONE Championship Edition berakhir minggu ini, dengan episode terakhir ditayangkan pada hari Senin, tanggal 14 Juni di Kompas TV.

ONE Championship: Jessica Ramella Bicara Mengenai Strateginya di The Apprentice
Dok. one
Jessica Ramella 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musim perdana The Apprentice: ONE Championship Edition berakhir minggu ini, dengan episode terakhir ditayangkan pada hari Senin, tanggal 14 Juni di Kompas TV.

Dari 16 kandidat global yang dipilih sendiri dari seluruh dunia, kompetisi ini kini hanya menyisakan dua finalis -- Direktur Penjualan yang berbasis di Singapura, Jessica Ramella dari Venezuela, dan pensiunan seniman bela diri campuran dari Filipina, Louie Sanggalang.

Mengenang masa-masanya di The Apprentice, Jessica mengenang pengalaman dan perjuangannya dalam melewati kompetisi dan harus menghadapi kesulitan dari kandidat global lainnya.

Ketika ditanya mengapa dia enggan mengambil lebih banyak risiko dalam kompetisi, Jessica menjelaskan situasinya.

“Itu bukan strategi bagi saya, namun lebih merupakan naluri bertahan hidup. Saya ingin melangkah sebagai Manajer Proyek, mungkin pada episode tiga atau empat. Tapi saat itulah saya dipindahkan ke Tim Conquest, dan ketika saya tiba, ada sesuatu di dalam diri saya perasaan cemas yang memberi tahu saya, 'Anda dalam bahaya. Saya tahu semua yang saya katakan adalah angin lalu, setiap ide yang saya miliki [dipatahakan]. Saya tidak merasa seperti saya diundang untuk menjadi bagian dari tim. Jadi bagi saya, saya hanya ingin memperlambat dan menganalisis apa yang sedang terjadi,” ungkap Jessica Ramella.

Jessica Ramella muncul sebagai salah satu pesaing terberat dalam setiap tugas fisik, dan salah satu eksekutif paling cakap dalam setiap tantangan bisnis. Pada pertengahan musim, Jessica telah memantapkan dirinya di garis depan di antara semua kandidat, dan dia yakin dia bisa lolos.

Namun, wanita asal Venezuela itu mengatakan dia tidak bisa pergi sejauh ini tanpa sedikit bermain.

“Saya menyadari bahwa Tim Conquest sangat kurang dalam eksekusi, dan itu adalah sesuatu yang membuat saya sangat kuat. Ketika menjadi seorang Manajer Proyek, Anda tidak bisa berlarian dan melakukan sejuta hal. Anda perlu mengatur apa yang terjadi. Jadi jika tim ini kurang eksekusi, dan saya harus menjadi Manajer Proyek, saya hanya akan berlari dengan sekelompok orang yang tidak memberikan kontribusi dan berakhir kami tidak akan bisa menang,” papar Jessica Ramella.

Jessica Ramella mengaku ingin mengeluarkan tim itu dari lingkaran kekalahan dan menjadi pemenang, mendapatkan beberapa kemenangan, dan mendapatkan kepercayaan mereka.

"Menunjukkan kepada mereka bahwa saya ada dan merupakan anggota tim yang berharga. Kemudian dari sana, mudah-mudahan kami akan bekerja lebih baik. Namun sayangnya itu tidak pernah benar-benar terjadi. Saya merasa target itu ada di punggung saya dan saya tidak akan mempertaruhkan tempat saya di kompetisi hanya karena beberapa orang yang tidak menyukai saya. Saya ingin kita menang," ujar Jessica Ramella.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas