Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PON Papua

PON Papua Bakal Adopsi Aturan Ketat Olimpiade Tokyo Karena Diadakan di Tengah Pandemi Covid-19,

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua bakal terselenggara pada 2-15 Oktober 2021.

PON Papua Bakal Adopsi Aturan Ketat Olimpiade Tokyo Karena Diadakan di Tengah Pandemi Covid-19,
Tribunnews/Irwan Rismawan
Marciano Norman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua bakal terselenggara pada 2-15 Oktober 2021.

Seluruh persiapan pun kini tengah dikebut, mengingat waktu PON tinggal 80 hari lagi.

Diadakan di tengah kondisi pandemi Covid-19 membuat penyelenggaraan PON Kali ini berbeda dengan PON-PON sebelumnya. Protokol kesehatan jadi hal utama yang harus diterapkan.

33 peserta dari 33 Provinsi diharuskan atlet dan ofisialnya telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebelum berangkat ke Papua, tak hanya itu masyarakat sekitar venue dan wisma atlet di Papua kini juga tengah digencarkan vaksinasi Covid-19.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman bahkan mengatakan pada penyelenggaran PON nanti, pihaknya bakal mengimplementasikan aturan ketat dari Olimpiade Tokyo yang sesaat lagi bakal bergulir.

Salah satunya peserta PON selama di Papua tak boleh berkeliaran kemana-mana; wisma atlet ke venue begitu pun sebaliknya.

“Ya, Olimpiade tokyo salah satu benchmark PON Papua. Jadi apa yang dilakukan di Olimpiade Tokyo, seperti atlet-atlet kita yang sekarang berangkat ke Tokyo mereka harus dikarantina dulu. Selama di sana mereka juga swab dan PCR sesuai yang diharapkan panitia Olimpiade,” kata Marciano, Rabu (13/7/2021).

“Kemudian untuk atlet itu sendiri sudah betul-betul terbatas, tidak boleh ada orang lain masuk ke Wisma Atlet atlet karena untuk mencegah mereka terpapar orang lain, sehingga sangat tertutup dan terbatas. Mereka bepergian hanya ke Wisma Atlet dan  Venue,  jadi mereka tidak memungkinkan pada saat pertandingan jalan-jalan kemana, itu malah nanti menimbulkan kerawanan sendiri,” jelasnya.

Soal ada  atau tidak adanya penonton yang hadir langsung pada gelaran PON nanti, Marciano Norman masih menunggu instruksi dari Presiden Joko Widodo yang diputuskan pada September mendatang.

Akan tetapi ia berharap program PPKM darurat dari pemerintah ini bisa menurunkan kasus pandemi Covid-19 dan PON Papua bisa disaksikan langsung dari Stadion dengan ketentuan ketat.

“Kalau di  Tokyo sudah diputuskan tanpa penonton tapi untuk Papua saya harap kita punya waktu 80 hari lagi dan berharap program pemerintah PPKM ini bisa berjalan dengan baik sehingga pada saat PON, situasi di Papua jadi zona nyaman bagi covid dan memungkinkan ada penonton tapi dengan ketentuan setiap yang  masuk venue  harus memenuhi prosedur yang sudah diterapkan,” harapnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas