Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Olimpiade 2021

Pemain Kelas Dunia, Peforma Jonatan Christie di Olimpiade Bikin Joko Suprianto Bingung

Kekalahan Jojo, panggilan akrab Jonatan Christie, atas wakil China Shi Yu Qi di babak 16 besar menjadi pertanyaan besar bagi Joko Suprianto.

Pemain Kelas Dunia, Peforma Jonatan Christie di Olimpiade Bikin Joko Suprianto Bingung
Badmintonindonesia.org
Jonatan Christie mengaku kurang percaya diri saat gagal sumbang poin bagi Indonesia di final Badminton Asia Team Championship 2020, Minggu (16/2/2020) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Legenda bulutangkis tunggal putra Indonesia, Joko Suprianto menyoroti jebloknya penampilan Jonatan Christie di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Kekalahan Jojo, panggilan akrab Jonatan Christie, atas wakil China Shi Yu Qi di babak 16 besar menjadi pertanyaan besar bagi Joko Suprianto.

Pasalnya, Jojo bisa disebut kalah telak saat berlaga di Musashino Forest Sport Plaza, Kamis, 29 Juli 2021. 

Jojo kalah dua gim langsung dari Shi Yu Qi dengan skor 11-21 dan 9-21.

Baca juga: Legenda Bulutangkis Joko Suprianto Soroti Peforma Jonatan Christie di Olimpiade, Ada Apa Jojo?

Legenda tunggal putra Indonesia, Joko Suprianto. Joko pernah jawara IBF 1993. Dia ikut mengomentari performa Jonatan Christie, pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang tampil kurang apik di Olimpiade Tokyo 2020. 
 
Legenda tunggal putra Indonesia, Joko Suprianto. Joko pernah jawara IBF 1993. Dia ikut mengomentari performa Jonatan Christie, pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang tampil kurang apik di Olimpiade Tokyo 2020.    (Lusius Genik/Tribunnews.com)

Baca juga: Ganda Juara Terancam Bubar, Greysia Polii Ingin Pensiun, Ini 3 Calon Pasangan Baru Apriyani Rahayu

"Jonatan itu pemain kelas dunia. Dia punya prestasi bagus di Asian Games (2018) dan beberapa turnamen," kata Joko saat berbincang dengan tribunnews.com via telepon, Rabu (4/8/2021).

"Tapi kemarin kita lihat Jonathan itu under perform, sampai bingung juga saya melihatnya. Kok seperti ini ya permainannya? Kok tidak menunjukkan pola main yang sebenarnya dari Jonathan?" sambung jawara IBF 1993 itu. 

Joko menjelaskan, perlu evaluasi penyebab Jojo tampil di bawah peforma.

Baca juga: Bakal Diguyur Hadiah, Greysia Polii ke Erick Tohir: Pak Erick Masih Ingat 2012? Ini Hadiah Gantinya

Jonatan Christie dari Indonesia melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis tunggal putra melawan Aram Mahmoud dari Tim Olimpiade Pengungsi selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli 2021.
Jonatan Christie dari Indonesia melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis tunggal putra melawan Aram Mahmoud dari Tim Olimpiade Pengungsi selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli 2021. (ALEXANDER NEMENOV / AFP)

Penyebabnya, kata dia, bisa berbagai macam termasuk soal tekanan saat mengikuti ajang sebesar Olimpiade.

Hal lain yang lain yang bisa dievaluasi adalah mekanisme latihan dan persiapan Jojo.

"Apakah tekanan mengikuti olimpiade itu begitu besar, ataukah persiapan olimpiade di masa pandemi sekarang ini membuat latihannya kurang all out? Kita tidak tahu," kata Joko.

Baca juga: Pelatih PB Jaya Raya Lanny Tedjo: Pukulan Greysia Polii Sudah Komplet dari Kecil

Secara garis besar, di Olimpiade Tokyo 2020, Jonathan dinilai tampil jauh dari performa terbaiknya.  

"Gaya dan pola permainan Jojo kemarin itu hilang. Kalau permainan hilang artinya kita juga tidak melihat kepercayaan diri dia di lapangan," ujar Joko.

"Kemarin itu lawan Shi Yu Qi itu seolah kelas Jonathan beda jauh, padahal tidak," imbuh dia.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas